Alat-Alat Medis Terendam Banjir, Ini Penjelasan Pihak RSCM

Siska Permata Sari ยท Minggu, 23 Februari 2020 - 16:19 WIB
Alat-Alat Medis Terendam Banjir, Ini Penjelasan Pihak RSCM

Kondisi salah satu ruangan yang terdampak banjir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. (Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino)

JAKARTA, iNews.id - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Minggu (23/2/2020) dini hari membuat sejumlah fasilitas publik tergenang air. Salah satunya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Senen, Jakarta Pusat. Akibatnya, beberapa alat medis pun terendam banjir.

“Konfirmasi dari BPBD DKI Jakarta bahwa benar RSCM kebanjiran,” tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Agus Wibowo, melalui akun media sosial Twitter resminya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa alat medis yang terendam genangan banjir di antaranya stationary xray ceiling, fluoroscopy, mammography, stationary xray floor, mobile xray, dua unit CT scan, dan satu unit ultra sound ‘accuson’.  “Seluruh PACS sistem di ruang baca diduga terendam, satu unit MRI siemens terendam,” tulisnya.

Terkait hal tersebut, pihak RSCM mengeluarkan pernyataan resmi tentang kronologi dan alat medis yang terkena banjir.

“Sampai saat ini tim Fasmed RSCM dan BPFK Jakarta masih melakukan pengecekan alat-alat medis radioterapi dan radiologi yang sempat terpapar oleh genangan air tersebut, dan sepanjang pemantauan belum ditemukan kerusakan yang berarti,” demikian seperti dikutip dari siaran pers.

Dalam pernyataan resmi tersebut juga menegaskan bahwa pelayanan pasien di RSCM tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasa, baik itu di ruang gawat darurat (IGD) maupun di ruang rawat inap.

Kronologi RSCM kebanjiran ini dimulai dari pukul 05.00 WIB, di mana genangan air setinggi mata kaki atau sekitar 8 cm akibat hujan yang cukup deras di sepanjang selasar Gedung GH RSCM. Genangan banjir itu juga berdampak ke beberapa ruangan seperti radiologi dan radioterapi.

“Pada pukul 08.00 WIB, genangan air tersebut telah surut dan lokasi pelayanan seperti radiologi dan radioterapi telah selesai dibersihkan.”


Editor : Tuty Ocktaviany