Angka Perceraian Tinggi Imbas Pandemi Covid-19, Ini Tips Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Siska Permata Sari ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 19:39 WIB
Angka Perceraian Tinggi Imbas Pandemi Covid-19, Ini Tips Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Menjaga hubungan rumah tangga tetap harmonis. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona (Covid-19) memang berdampak ke berbagai aspek. Tak hanya masalah kesehatan, sosial dan ekonomi, tetapi juga hubungan rumah tangga yang turut kena imbas secara tak langsung dari penyakit menular tersebut.

Hal itu terlihat dari fenomena peningkatan angka perceraian yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Konsultan Keluarga sekaligus Pemerhati Sosial M Agus Syafi’i mengatakan, hal tersebut bisa berkaitan dengan masalah ekonomi yang dialami banyak keluarga di Indonesia.

“Di masa pandemi ini, banyak suami yang kehilangan pekerjaan, sehingga masalah perekonomian menjadi gangguan yang serius dalam kehidupan rumah tangga,” kata Agus seperti dikutip dari siaran pers, Senin (31/8/2020).

Masalah ekonomi tersebut berimbas pada istri yang tanggung jawabnya bertambah besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Terjadinya konflik rumah tangga yang tak terselesaikan dan berlarut-larut memunculkan anggapan bahwa perceraian adalah sebuah solusi,” ucapnya.

Selain masalah ekonomi, hal yang tak jarang menjadi pemicu perceraian adalah pertengkaran yang intens ketika terlalu menghabiskan banyak waktu bersama di rumah. Konflik yang terjadi secara terus-menerus dalam rumah tangga inilah yang akhirnya memicu percaraian.

Dia mengungkapkan beberapa tips untuk menjaga keutuhan rumah tangga di tengah masa pandemi seperti saat ini.

“Cara menjaga keutuhan rumah tangga itu ada tiga. Yang pertama adalah saling memberi, saling memaklumi dan ketiga adalah memaafkan,” ucapnya.

Konflik rumah tangga, kata Agus, kerap terjadi ketika salah satu dari pasangan menuntut, sehingga tidak ada keinginan untuk saling memberi. “Maka harus ditanamkan kepada masing-masing, baik pada suami, istri untuk mempunyai keinginan saling memberi,” katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany