Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Dokter Tangani Pemisahan Bayi Kembar Siam Dempet Perut di RSCM, Operasi Berjalan Dramatis
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Kembar Siam Abdomino-Ischiopagus Kasus Viral di RSCM? Ini Penjelasan Medisnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:05:00 WIB
Apa Itu Kembar Siam Abdomino-Ischiopagus Kasus Viral di RSCM? Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi bayi kembar siam. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kembar siam abdomino-ischiopagus merupakan kondisi ketika dua bayi kembar memiliki tubuh yang menyatu dari bagian perut hingga panggul. Kondisi ini dialami NA 1 dan NA 2, dua bayi laki-laki yang berhasil menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada 15–16 September 2026.

Pemisahan keduanya membutuhkan rangkaian tindakan medis sekitar 36 jam. Kompleksitas operasi berkaitan dengan struktur tubuh yang menyatu, termasuk sebagian organ dan saluran pencernaan yang harus diperhitungkan sebelum kedua bayi dapat dipisahkan.

Pada kasus NA 1 dan NA 2, jantung, paru, lambung, usus halus, ginjal, dan kandung kemih masing-masing telah terpisah. Namun, sebagian hati, vena porta, dan usus besar masih menyatu.

Keduanya juga berbagi satu lubang anus. Selain itu, tulang panggul mereka terhubung, sementara susunan saluran kemih dan organ genitalia cukup kompleks.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kembar siam tidak selalu memiliki tingkat penyatuan organ yang sama. Struktur tubuh yang terhubung dapat berbeda pada setiap pasangan, sehingga pemeriksaan dan perencanaan tindakan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Mengapa Operasi Pemisahan Membutuhkan Persiapan Khusus?

Pemisahan kembar siam memerlukan evaluasi anatomi secara menyeluruh. Tim dokter harus mengetahui organ mana yang sudah terpisah, bagian mana yang masih menyatu, serta bagaimana struktur tersebut dapat ditangani dengan mempertimbangkan fungsi tubuh setelah operasi.

Pada kasus NA 1 dan NA 2, sekitar 14 dokter dari berbagai spesialisasi terlibat dalam tindakan. Tim tersebut mencakup dokter bedah anak, bedah plastik, ortopedi, urologi, anestesiologi, dan gastrohepatologi.

Ketua tim operasi pemisahan kembar siam RSCM, Prof. Dr. dr. R.A. Setyo Handryastuti, Sp.A., Subsp. Neuro, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan untuk menyusun strategi pembedahan berdasarkan anatomi kedua pasien.

"Persiapan diperlukan untuk menyusun strategi pembedahan sesuai kondisi anatomi masing-masing anak," jelas dr. Setyo dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Prosedur terhadap NA 1 berlangsung sekitar 29 jam, sedangkan tindakan terhadap NA 2 mencapai 23 jam 55 menit. Lamanya tindakan juga menuntut pemantauan ketat, termasuk selama pemberian anestesi ketika kedua bayi masih terhubung.

Apa yang Terjadi setelah Kedua Bayi Dipisahkan?

Pemisahan tubuh tidak serta-merta menandai berakhirnya seluruh perawatan. Setelah operasi, pasien masih membutuhkan pemantauan untuk menilai kondisi klinis, penyembuhan luka, fungsi organ, dan kemungkinan komplikasi.

NA 1 dan NA 2 menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) setelah operasi. Pada 19 Oktober 2026, keduanya dilaporkan stabil, tidak mengalami demam, dan mulai menerima cairan melalui mulut sehingga dapat dipindahkan ke ruang rawat inap biasa.

Perawatan selanjutnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. NA 1 memiliki saluran pencernaan yang terhubung hingga usus besar, sedangkan NA 2 hanya memiliki usus halus.

Tim medis masih perlu mengevaluasi fungsi pencernaan, saluran kemih, organ genitalia, serta kondisi tulang dan otot panggul. Keduanya juga membutuhkan pemantauan tumbuh kembang dan rehabilitasi medik.

Dokter spesialis bedah plastik RSCM, dr. Indri Aulia, menjelaskan bahwa rekonstruksi harus mempertimbangkan fungsi tubuh dan kebutuhan pasien dalam jangka panjang.

"Tahapannya dapat berlangsung seiring pertumbuhan kedua anak dan disesuaikan dengan evaluasi medis," ungkapnya.

Bisakah Kembar Siam Dipisahkan Melalui Operasi?

Kemungkinan dan strategi pemisahan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan istilah kembar siam. Dokter perlu mengevaluasi bagian tubuh yang menyatu, organ yang digunakan bersama, kondisi kesehatan masing-masing bayi, serta risiko yang mungkin muncul selama dan setelah tindakan.

Karena itu, penanganan setiap pasangan kembar siam dapat berbeda. Keputusan mengenai operasi, waktu pelaksanaan, dan kebutuhan rekonstruksi ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta pertimbangan tim medis.

Kasus NA 1 dan NA 2 menunjukkan bagaimana kompleksitas anatomi memengaruhi perencanaan operasi hingga perawatan setelah pemisahan. Meski keduanya kini telah memiliki tubuh masing-masing, pemulihan fungsi organ dan pemantauan tumbuh kembang tetap menjadi bagian penting dari penanganan jangka panjang.

Bagi pasien dengan kondisi seperti ini, keberhasilan pemisahan merupakan salah satu tahap dalam rangkaian perawatan. Perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada kondisi klinis dan evaluasi medis setiap anak.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut