Apa Itu Vasektomi, Operasi yang Dijalani Krisjiana untuk Cegah Kehamilan?
Vasektomi tidak membuat pria berhenti memproduksi cairan semen. Pria tetap dapat mengalami ereksi dan ejakulasi, tetapi sperma tidak lagi masuk ke dalam semen setelah prosedur dinyatakan berhasil. Sisa sperma yang masih berada di saluran reproduksi akan secara bertahap dibersihkan oleh tubuh.
Satu hal penting yang perlu diketahui, vasektomi tidak langsung efektif setelah operasi.
Sperma masih dapat ditemukan dalam semen selama beberapa waktu setelah prosedur. Karena itu, pasangan tetap perlu menggunakan kontrasepsi lain sampai pemeriksaan semen menunjukkan bahwa tidak ada lagi sperma yang dapat menyebabkan kehamilan. NHS menyebut pemeriksaan keberhasilan umumnya dilakukan sekitar 12 minggu setelah vasektomi.
Kemenkes juga mencatat bahwa vasektomi memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi setelah keberhasilannya dikonfirmasi melalui pemeriksaan sperma. Dalam pedoman yang dirujuk Kemenkes, risiko kehamilan setelah suami menjalani vasektomi dan telah mencapai kondisi tanpa sperma dalam pemeriksaan semen disebut sekitar 1 dari 2.000 pria.
Vasektomi pada dasarnya ditujukan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang atau permanen. Operasi pembalikan atau reversal memang dapat dilakukan pada kondisi tertentu, tetapi keberhasilannya tidak dapat dijamin.