Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Osteoporosis Tak Hanya Hantui Lansia, Usia 20-an Sudah Harus Waspada!
Advertisement . Scroll to see content

Apakah Kekurangan Vitamin D Berisiko Osteoporosis? Dokter Bongkar Faktanya!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41:00 WIB
Apakah Kekurangan Vitamin D Berisiko Osteoporosis? Dokter Bongkar Faktanya!
Vitamin D. (Foto: Freepix)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kekurangan vitamin D ternyata bukan sekadar persoalan asupan nutrisi. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan tulang karena tubuh membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium secara optimal.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kekurangan vitamin D dapat berkontribusi terhadap penurunan kekuatan tulang dan meningkatkan risiko masalah tulang, termasuk osteoporosis. Karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin D menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga tulang tetap kuat, baik pada usia produktif maupun lanjut usia.

Dokter Spesialis Ortopedi RS Pondok Indah – Pondok Indah dr. Rizky Priambodo Wisnubaroto, Sp. OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, menjelaskan bahwa kalsium dan vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang.

Kalsium berfungsi mempertahankan kekuatan tulang, sedangkan vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Jika asupan kalsium mencukupi tetapi tubuh kekurangan vitamin D, penyerapan kalsium dapat terganggu.

Dikutip dari National Institutes of Health (NIH), kekurangan vitamin D dapat mengurangi penyerapan kalsium dan berkontribusi terhadap osteoporosis. Namun, osteoporosis tidak disebabkan oleh kekurangan vitamin D saja. Kondisi ini juga dipengaruhi faktor lain, seperti pertambahan usia, perubahan hormon, kurangnya aktivitas fisik, dan asupan kalsium yang tidak memadai. 

Mengapa Kekurangan Vitamin D Bisa Berdampak pada Tulang?

Menurut dr Rizky, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan melalui saluran pencernaan. Mineral tersebut kemudian digunakan untuk mendukung pembentukan dan pemeliharaan struktur tulang.

"Ketika tubuh tidak mendapatkan vitamin D yang cukup, penyerapan kalsium dapat menurun. Jika kondisi ini berlangsung lama, kesehatan tulang dapat terganggu," ungkap dr Rizky dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026). 

"Kekurangan vitamin D yang berat juga dapat menyebabkan osteomalasia pada orang dewasa, yaitu kondisi ketika tulang menjadi lunak akibat gangguan mineralisasi," lanjutnya. 

Kondisi ini berbeda dari osteoporosis, yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan memburuknya struktur jaringan tulang sehingga tulang lebih mudah patah.

Itulah sebabnya, menjaga kecukupan vitamin D perlu menjadi bagian dari upaya memelihara kesehatan tulang. Meski demikian, seseorang yang mengalami kekurangan vitamin D tidak otomatis mengalami osteoporosis karena risiko penyakit ini bergantung pada berbagai faktor.

Apa Saja Sumber Vitamin D?

Menurut penjelasan dr. Rizky, kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui makanan dan paparan sinar matahari pada waktu yang tepat.

Ada beberapa sumber vitamin D yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari, di antaranya:

1. Ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan makarel.
2. Telur, terutama bagian kuningnya.
3. Makanan yang diperkaya vitamin D, seperti produk tertentu yang mencantumkan tambahan vitamin D pada label kemasan.
4. Susu atau produk olahan tertentu, apabila diperkaya vitamin D.

Kandungan vitamin D pada setiap makanan berbeda-beda. Karena itu, membaca informasi nilai gizi pada kemasan dapat membantu mengetahui kandungan nutrisi yang diperoleh.

Selain dari makanan, tubuh dapat memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B dari matahari. Namun, kebutuhan paparan setiap orang berbeda-beda. Paparan matahari juga perlu dilakukan secara bijak untuk menghindari kerusakan kulit akibat sinar ultraviolet.

Jangan Hanya Mengandalkan Vitamin D untuk Mencegah Osteoporosis

Memenuhi kebutuhan vitamin D memang penting, tetapi upaya menjaga kesehatan tulang tidak berhenti sampai di situ.

Dokter Rizky menjelaskan bahwa pencegahan osteoporosis juga perlu dilakukan dengan memenuhi kebutuhan kalsium, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

"Olahraga secara teratur membantu menjaga massa tulang," ungkap dr Rizky. 

Dia juga menjelaskan, aktivitas fisik yang sesuai, termasuk latihan menahan beban dan latihan kekuatan, dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk memelihara kesehatan tulang.

Di sisi lain, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik perlu dihindari. Perempuan yang telah memasuki masa menopause juga perlu memperhatikan kesehatan tulang karena penurunan hormon estrogen dapat mempercepat berkurangnya massa tulang.

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan dual-energy X-ray absorptiometry (DXA), terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko osteoporosis.

Suplemen vitamin D maupun kalsium juga dapat dipertimbangkan apabila terdapat kebutuhan atau indikasi medis. Penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan anjuran tenaga kesehatan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut