Awas! Kebiasaan Mengorek Hidung Bisa Picu Mimisan hingga Mengubah Bentuk Hidung
JAKARTA, iNews.id - Mengorek atau mengucek hidung saat terasa gatal kerap dianggap sebagai kebiasaan sepele. Namun, jika dilakukan berulang kali, tindakan ini dapat melukai lapisan dalam hidung, memicu mimisan, hingga menimbulkan komplikasi yang berisiko mengubah bentuk hidung.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, mengingatkan bahwa rongga hidung memiliki area yang dipenuhi pembuluh darah kecil dan sangat rentan mengalami cedera. Gesekan akibat kuku atau kebiasaan menggosok hidung terlalu keras dapat merusak jaringan tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr Aditya menjelaskan bahwa salah satu bagian hidung yang rentan mengalami perdarahan adalah Pleksus Kiesselbach. Area ini merupakan kumpulan pembuluh darah kecil yang terletak di bagian depan sekat hidung atau septum.
“Siapa yang suka gosok-gosok hidung karena gatal? Hati-hati, bahayanya bukan cuma mimisan doang. Jadi kalau kamu punya kebiasaan gosok, ngucek, ngorek karena gatal, itu kelihatannya sepele. Padahal, ada area di hidung yang sangat mudah berdarah dan sensitif,” ujar dr Aditya, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, pembuluh darah di area tersebut berada dekat dengan permukaan lapisan dalam hidung. Kondisi ini membuatnya mudah mengalami iritasi atau luka, terutama ketika hidung sedang kering, mengalami alergi, atau terkena pilek.
“Kenapa? Karena pembuluh darahnya ini dangkal, tipis, dan gampang lecet, ibaratnya gampang rusaklah. Jadi saat hidung kalian itu ngerasa kering, alergi, sering pilek, terus kamu gosok, colok, lapisan dalam hidung itu bisa retak, iritasi, lalu pecahlah pembuluh darahnya,” katanya.
Risiko yang muncul tidak hanya berupa mimisan. Pada kasus tertentu, trauma pada hidung juga dapat menyebabkan septal hematoma, yaitu penumpukan darah di jaringan sekat hidung. Kondisi ini perlu mendapat penanganan medis karena dapat mengganggu aliran darah menuju tulang rawan hidung.
Jika tidak ditangani, septal hematoma berisiko menyebabkan kerusakan jaringan, infeksi, hingga perubahan bentuk hidung.
“Terus pada sebagian orang, apalagi kalau kukunya yang tajam dan ada trauma yang lebih keras, itu bisa muncul septal hematoma, yaitu darah terkumpul di sekitar hidung atau di sekat hidung. Dan yang bahayanya, kalau ini dibiarin, aliran darah ke tulang rawan septum itu bisa terganggu. Lalu jaringannya ini bisa rusak, terinfeksi, bahkan menyebabkan bentuk hidung itu bisa berubah,” kata dr Aditya.
Dia menjelaskan, rasa gatal pada hidung tidak selalu disebabkan oleh kotoran. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi lapisan dalam hidung yang kering, reaksi alergi, atau peradangan.
Menggosok hidung secara terus-menerus justru berpotensi memperburuk iritasi. Luka yang timbul akibat gesekan dapat membuat hidung semakin tidak nyaman dan memicu keinginan untuk kembali menggosoknya.
Mimisan juga tidak selalu berkaitan dengan tekanan darah tinggi atau demam. Pada anak-anak dan dewasa muda, cedera ringan akibat mengorek hidung, menguceknya berulang kali, atau mengembuskan hidung terlalu kuat saat pilek dapat menjadi salah satu penyebab perdarahan.
Sebab itu, masyarakat perlu memperhatikan frekuensi mimisan dan keluhan lain yang menyertai. Jika hidung sering berdarah, terasa nyeri, tersumbat pada satu sisi, atau mengalami pembengkakan setelah benturan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
“So, kalau hidung kalian sering gatal, sering berdarah, sering rasa nyeri, mampet sebelah, apalagi habis kebentur hidungnya terus malah bengkak di dalam, itu jangan cuma digosok atau ditunggu gitu aja. Cari tahu penyebabnya apa, datang ke dokter, langsung diobatin. Karena takutnya ada cedera pada septum. Jadi buat kalian, kalau yang dikit-dikit sering mimisan, jangan dianggap sepele,” ucap dr Aditya.
Editor: Dani M Dahwilani