Awas, Risiko Stres hingga Gagal Jantung jika Keseringan Kerja Lembur

Siska Permata Sari ยท Jumat, 27 Oktober 2017 - 20:11:00 WIB
Awas, Risiko Stres hingga Gagal Jantung jika Keseringan Kerja Lembur
Stres sering intai para pekerja yang sering kerja lembur di kantor. (Foto: The Telegraph)

JAKARTA, iNews.id – Kerja lembur boleh saja, asal jangan dilakukan setiap hari tanpa ada istirahat. Selain stres, Anda bisa kena risiko gagal jantung yang mengakibatkan kematian.

Mengambil jam lembur di kantor mungkin menjadi hal yang biasa dan sering dilakukan para karyawan. Selain karena tenggat waktu mepet, alasan lainnya tugas masih menumpuk hingga faktor ekonomi. Padahal, hal ini di mata pakar kesehatan bisa membunuh Anda.

Kasus kematian karyawan akibat bekerja terlalu keras, mungkin sering Anda dengar. Baik di surat kabar, maupun kisah selintas dari teman-teman Anda sendiri. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kematian seorang jurnalis Jepang, Miwa Sado yang meninggal setelah bekerja lembur 159 jam per bulan. Jurnalis penyiaran publik Jepang, NHK itu tewas lantaran gagal jantung.

Tingkat stres yang tinggi dapat membuat jantung bekerja lebih keras daripada biasanya. Bahkan, para ahli mengatakan, hal ini berpotensi menyebabkan kematian. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Simak paparannya, seperti dirangkum iNews.id dari Time, Jumat (27/10/2017).

Stres Berdampak pada Jantung

Menurut Direktur Medis Kesehatan Jantung dari Stanford Dr. Alan Yeung, stres dapat berdampak pada jantung. Ketika stres, rata-rata memicu gaya hidup yang tak sehat, seperti pola makan yang buruk dan tidak berolahraga. Hal itu tentunya menyebabkan peningkatan darah dan kolesterol. Stres juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Itulah yang menimbulkan risiko serangan jantung, serta gagal jantung.

Kenali Gejala

Menurut American Heart Association, gagal jantung terjadi saat jantung tak memompa dan kurangnya oksigen yang masuk ke sel tubuh. Gejala yang mencakup ini, yakni sesak napas, batuk kronis, kelelahan, mual, bingung, dan kurang nafsu makan.

Faktor Kerja Keras

Kemungkinan meninggal karena bekerja terlalu keras memang langka. Namun, Yeung mengatakan, hal itu sangat mungkin terjadi karena stres tinggi jangka panjang akibat bekerja terlalu keras. Oleh sebab itu, kata dia, sangat penting mengatasi stres sebelum menimbulkan hal yang fatal seperti gagal jantung.

Lakukan Langkah Preventif

Kematian karena faktor kelelahan bekerja, tentunya bisa dicegah. Salah satunya, kata Yeung, yaitu mencari pertolongan medis. Misalnya, jika stres tinggi sudah melanda, artinya Anda harus menghubungi medis untuk mengurangi stres. Selain itu, gaya hidup sehat juga perlu digalakkan kembali untuk para pekerja. Misalnya, makan makanan sehat, rajin berolahraga, dan hindari stres.

Editor : Tuty Ocktaviany