Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Gejala Autoimun pada Anak Wajib Diketahui Orang Tua, Nomor 3 Kerap Diabaikan
Advertisement . Scroll to see content

Badan Tiba-Tiba Memar Biru seperti Dialami Jeje Slebew? Ini Penjelasan Medisnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:05:00 WIB
Badan Tiba-Tiba Memar Biru seperti Dialami Jeje Slebew? Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi badan memar kebiruan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, diagnosis penyakit autoimun tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan foto atau video. Dokter memerlukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.

Kemungkinan lain adalah purpura, yaitu kondisi ketika terjadi perdarahan kecil di bawah kulit sehingga muncul bercak ungu yang menyerupai memar.

Purpura bukanlah penyakit, melainkan tanda dari berbagai kondisi medis. Penyebabnya bisa berupa gangguan trombosit, kelainan pembekuan darah, infeksi, peradangan pembuluh darah (vasculitis), hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Kekurangan Vitamin hingga Penyakit Hati

Menurut Merck Manual, tubuh yang mudah memar juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, seperti:

  • Kekurangan vitamin C
  • Kekurangan vitamin K
  • Penyakit hati
  • Kelainan faktor pembekuan darah
  • Penggunaan obat pengencer darah
  • Konsumsi kortikosteroid dalam jangka panjang

Karena penyebabnya sangat beragam, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mengetahui sumber masalahnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Mayo Clinic menyarankan seseorang segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami:

  • Memar muncul berulang tanpa benturan yang jelas,
  • Jumlah memar semakin banyak,
  • Ukuran memar besar,
  • Disertai mimisan atau gusi berdarah,
  • Terdapat perdarahan di bagian tubuh lain,
  • Kondisi tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang diketahui.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah lengkap, pemeriksaan jumlah trombosit, hingga tes pembekuan darah. Bila diperlukan, pasien juga dapat dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau hematologi.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut