Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mudik Lebaran Jadi Ladang Cuan, Pendapatan Porter Stasiun Senen Naik 50%
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya Mudik dalam Kondisi Dehidrasi dan Kurang Tidur, Dokter Beberkan Dampaknya!

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:04:00 WIB
Bahaya Mudik dalam Kondisi Dehidrasi dan Kurang Tidur, Dokter Beberkan Dampaknya!
Mudik sehat tanpa dehidrasi dan kekurangan tidur. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Mudik Lebaran kerap dijalani dalam kondisi tubuh yang tidak prima, seperti kurang tidur dan dehidrasi. Padahal, dua faktor ini bisa menjadi pemicu berbagai risiko kesehatan serius jika diabaikan.

Epidemiolog dari Griffith University Australia dr Dicky Budiman menegaskan, mudik merupakan situasi dengan mobilitas tinggi yang mempertemukan banyak faktor risiko secara bersamaan.

"Perubahan pola tidur, pola makan, dan kurangnya asupan cairan saat perjalanan panjang menjadi kombinasi yang berbahaya," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Kamis (19/3/2026).

Dehidrasi Picu Gangguan Fisik dan Konsentrasi

Dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang paling sering terjadi saat mudik, terutama karena pemudik cenderung menahan minum agar tidak sering berhenti di perjalanan.

Menurut dr Dicky, kondisi ini dapat berdampak langsung pada fungsi tubuh, mulai dari menurunnya konsentrasi hingga gangguan organ.

"Dehidrasi bisa menurunkan konsentrasi. Ini sangat berbahaya bagi pengemudi karena meningkatkan risiko kecelakaan," jelasnya.

Tak hanya itu, pada kelompok rentan seperti lansia, dehidrasi juga dapat memperburuk penyakit kronis seperti gangguan jantung dan ginjal.

Kurang Tidur Memperparah Risiko

Selain dehidrasi, kurang tidur juga menjadi masalah serius saat mudik. Banyak pemudik memaksakan diri tetap berkendara meski tubuh sudah lelah. Kondisi ini memperburuk kemampuan tubuh dalam merespons situasi, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

"Kurang tidur dan kelelahan akan menurunkan kewaspadaan. Jika dipaksakan, risikonya bisa fatal," kata dia.

Kombinasi Berbahaya, Picu Penyakit dan Kondisi Darurat!

Dokter Dicky mengingatkan bahwa dehidrasi dan kurang tidur tidak hanya berdampak pada kelelahan biasa, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan lain, seperti:

- Infeksi saluran pernapasan akibat daya tahan tubuh menurun

- Gangguan pencernaan karena pola makan tidak teratur

- Memburuknya penyakit kronis akibat keterlambatan minum obat

- Kejadian kardiovaskular ringan, seperti stroke atau serangan jantung ringan

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan heat stress dan dehidrasi subklinis yang sering tidak disadari, tetapi berdampak pada performa tubuh secara keseluruhan.

Untuk itu, pemudik diimbau tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak fit. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

- Minum air secara cukup dan rutin

- Istirahat setiap beberapa jam perjalanan

- Tidur cukup sebelum berangkat

- Tidak memaksakan berkendara saat mengantuk

Dengan menjaga kondisi tubuh tetap prima, risiko kesehatan selama mudik dapat ditekan.

"Intinya, jangan abaikan sinyal tubuh. Mudik harus tetap aman, bukan hanya sampai tujuan, tapi juga tetap sehat," kata dr Dicky Budiman.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut