Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nestapa Dokter Muda di Indonesia Dibongkar Menkes, Rentan Alami Bully Senior!
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya Nyantap Makan Panas Pakai Sendok Plastik, Ini Risikonya bagi Kesehatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:04:00 WIB
Bahaya Nyantap Makan Panas Pakai Sendok Plastik, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Penggunaan sendok plastik untuk makanan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko migrasi senyawa kimia dari plastik ke makanan. (Foto: Ilsutrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bahaya sendok plastik menjadi sorotan setelah edukator sekaligus praktisi bisnis lingkungan, Bang Sap, mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan alat makan plastik saat menyantap makanan panas dan berminyak. Kebiasaan yang dianggap praktis tersebut ternyata berpotensi memicu masuknya zat berbahaya ke dalam tubuh.

Menurut Bang Sap, penggunaan sendok plastik untuk makanan berkuah panas, berminyak, atau saat digunakan mengaduk makanan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko migrasi senyawa kimia dari plastik ke makanan.

"Makan pakai sendok plastik itu jelas berbahaya. Selama ini kita makan pakai sendok plastik biar tangan bersih kan? Padahal, kalau sendok plastik ketemu makanan panas, berminyak, atau dipakai mengaduk terlalu lama, resikonya nggak main-main, lho," kata Bang Sap, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dia menjelaskan, kombinasi suhu tinggi, kandungan minyak, dan lamanya kontak antara plastik dengan makanan menciptakan kondisi yang memungkinkan mikroplastik maupun senyawa kimia tertentu berpindah ke makanan yang dikonsumsi.

Bang Sap mengingatkan tidak semua jenis plastik memiliki fungsi dan tingkat keamanan yang sama. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat saat menggunakan alat makan plastik sekali pakai.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut