Bangun Tidur Tiba-Tiba Ada Memar Biru? Bukan Dicubit Setan Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Bangun tidur tiba-tiba menemukan memar biru di paha atau lengan tentu bisa membuat kaget. Namun, kondisi tersebut bukan karena dicubit setan seperti mitos yang beredar di masyarakat, melainkan dapat terjadi akibat tubuh mengalami easy bruising atau mudah memar.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan mengatakan, memar yang muncul secara tiba-tiba dapat menjadi sinyal dari tubuh. Kondisi ini salah satunya terjadi ketika pembuluh darah kapiler di bawah kulit lebih rapuh sehingga mudah pecah meski hanya terkena gesekan ringan.
"Bukan dicubit atau dicium setan, ini alarm tubuh karena easy bruising. Pembuluh kapiler rapuh akibat kulit tipis (sering kena matahari), kurang vitamin C/K (jarang makan sayur/buah), darah encer (efek alami suplemen atau obat)," kata dr Cecep, dikutip Rabu (9/9/2026).
Kenapa Memar Bisa Muncul saat Tidur?
Pembuluh darah kapiler memiliki dinding yang sangat halus dan berada di bawah permukaan kulit. Ketika pembuluh tersebut rapuh, gerakan tubuh atau gesekan ringan saat tidur dapat membuat kapiler pecah.
"Kok bisa tiba-tiba? Memar spontan (easy bruising) terjadi karena kapiler kulit rapuh. Gesekan ringan saat tidur bikin kapiler pecah. Darah merembes (ekstravasasi), membeku, lalu terlihat biru," ujarnya.
Menurut dr Cecep, terdapat beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami memar. Salah satunya adalah konsumsi obat atau suplemen tertentu yang dapat memengaruhi proses pembekuan darah.
Kurang Vitamin C dan K
Asupan vitamin juga berperan dalam menjaga kondisi pembuluh darah dan proses pembekuan. Kekurangan vitamin C dan K dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami memar.
Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen yang membantu menjaga struktur pembuluh darah. Sementara vitamin K dibutuhkan tubuh dalam proses pembekuan darah.
Faktor lainnya adalah paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih. Kebiasaan sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan dapat berkontribusi terhadap penipisan kulit atau dermatoporosis sehingga pembuluh kapiler lebih rentan mengalami kerusakan.
Jangan Langsung Diurut
Jika menemukan memar setelah bangun tidur, dr. Cecep menyarankan kompres dingin terutama dalam 24 jam pertama. Cara ini dapat membantu mempersempit pembuluh darah dan mengurangi perdarahan di jaringan.
"Solusi cepat atasinya, kompres es 10 - 15 menit 24 jam pertama, makan bonggol nanas. Es memicu vasokonstriksi (menyempitkan pembuluh) untuk stop pendarahan," kata dr Cecep.
Dia juga menyebut kandungan bromelain pada bonggol nanas memiliki aktivitas fibrinolitik yang secara teori dapat membantu proses pemecahan bekuan darah. Namun, bukti manfaatnya untuk mempercepat penyembuhan memar pada manusia masih terbatas.
Masyarakat juga disarankan tidak mengurut area yang memar atau langsung mengoleskan balsem panas. Panas dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga perdarahan di jaringan berpotensi bertambah.
"Jangan dibalsem atau diurut. Panas memicu vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah). Darah yang bocor justru makin deras dan memar makin luas," ujarnya.
Untuk mencegah tubuh mudah memar, kebutuhan nutrisi harian juga perlu diperhatikan. Konsumsi makanan sumber vitamin C seperti jambu biji serta sayuran hijau seperti bayam dan sawi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Meski memar spontan sering kali tidak berbahaya, kondisi yang muncul berulang atau disertai gejala lain perlu diperiksa. Terlebih jika jumlah memar semakin banyak atau muncul perdarahan di bagian tubuh lain.
"Kapan ke dokter? Bila memar banyak, gusi berdarah, muncul bintik merah (petekie), atau disertai kelelahan berlebihan yang gak biasa," kata dr Cecep.
Editor: Dani M Dahwilani