Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangun Tidur Malah Pusing dan Linglung? Bisa Jadi karena Kebiasaan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Sering Matikan Alarm Lalu Tidur Lagi di Pagi Hari? Dokter Ungkap Dampaknya pada Otak

Minggu, 09 Agustus 2026 - 17:45:00 WIB
Sering Matikan Alarm Lalu Tidur Lagi di Pagi Hari? Dokter Ungkap Dampaknya pada Otak
Sering mematikan alarm lalu kembali tidur di pagi hari ternyata dapat membuat otak mengalami masa transisi sebelum kembali aktif sepenuhnya. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sering mematikan alarm lalu kembali tidur di pagi hari ternyata dapat membuat otak mengalami masa transisi sebelum kembali aktif sepenuhnya. Kondisi ini dikenal sebagai sleep inertia dan dapat membuat seseorang merasa pusing, sulit berpikir jernih, hingga mengalami mimpi yang terasa sangat nyata saat terbangun kembali.

Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi konsultan ginjal dan hipertensi (nefrologi), dr. Decsa Medika Hertanto, menjelaskan bahwa ketika seseorang terbangun, tidak seluruh bagian otak langsung aktif secara bersamaan.

Menurut dr Decsa, kondisi tersebut dapat dianalogikan seperti sebuah kantor yang memiliki banyak divisi dengan waktu masuk berbeda. Bagian otak yang mengatur gerakan tubuh dapat kembali aktif lebih dahulu, sedangkan bagian yang berperan dalam pemikiran logis membutuhkan waktu untuk sepenuhnya bekerja.

“Pernah nggak kalian udah bangun jam 5 pagi terus mikir, 'Tidur 30 menit lagi kayaknya enak deh’ eh pas bangun kedua kalinya, kalian baru ngalamin mimpi yang terasa nyata banget. Kadang nakutin, sampai bingung, ‘Ini mimpi atau beneran?’,” ujar dr. Decsa, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Otak Butuh Waktu untuk Kembali Aktif

dr Decsa menjelaskan fenomena tersebut disebut sleep inertia. Kondisi ini terjadi ketika otak belum sepenuhnya kembali ke kondisi terjaga setelah seseorang bangun dari tidur.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut