Beda Donor Darah dan Donor Plasma, Ini Penjelasan Dokter
“Untuk donor plasma itu banyak di negara-negara memberikan batasan bahwa kita bahkan bisa donor plasma dua minggu sekali,” ujar dr. Teguh dalam International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 bersama Takeda, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, frekuensi donor plasma yang lebih sering memungkinkan jumlah plasma yang dikumpulkan juga lebih banyak. Hal ini penting karena sebagian pasien membutuhkan terapi yang berasal dari produk olahan plasma secara berkelanjutan.
“Artinya apa? Artinya kita bisa memberikan sesuatu untuk pasien itu dengan lebih banyak, lebih sering,” katanya.
Plasma yang didonasikan tidak hanya dapat digunakan langsung untuk transfusi. Plasma juga dapat diproses melalui fraksionasi untuk menghasilkan Produk Obat Derivat Plasma (PODP).
Dari proses tersebut dapat dihasilkan berbagai produk, seperti albumin, imunoglobulin termasuk IVIg dan SCIG, serta faktor pembekuan VIII dan IX. Produk-produk tersebut digunakan untuk membantu menangani berbagai kondisi medis, termasuk hipoalbuminemia, sejumlah penyakit autoimun dan kondisi tertentu, serta hemofilia.