Beda Masuk Angin dan Serangan Jantung, Jangan Salah Kira Kenali Gejalanya
“Dulu kita punya thrombolytic therapy, yaitu kita kasih blood thinner. Tapi itu ada komplikasinya, yaitu perdarahan,” ujar Prof Harry.
Terapi trombolitik memiliki risiko sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan medis.
Dalam kasus yang diceritakan Prof Harry, pasien tersebut kemudian mengalami komplikasi perdarahan setelah mendapatkan terapi untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah.
“Dia meninggalnya bukan karena serangan jantung, tapi karena perdarahan,” kata Prof Harry.
Kisah tersebut tidak berarti kerokan menjadi penyebab kematian pasien. Komplikasi yang dialami terjadi setelah terapi trombolitik yang memiliki risiko perdarahan.
Hal yang perlu diperhatikan masyarakat adalah mengenali perbedaan antara keluhan ringan dengan tanda kondisi yang membutuhkan pemeriksaan segera. Tidak semua kondisi yang disebut “masuk angin” merupakan serangan jantung, tetapi keluhan yang tidak biasa juga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masuk angin.
Jika muncul nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, atau keluhan berat yang muncul mendadak dan menetap, segera cari pertolongan medis untuk memastikan penyebabnya.
Editor: Dani M Dahwilani