Begini Cara Membentuk Anak Menjadi 'Genius' sejak Dalam Kandungan

Siska Permata Sari · Selasa, 24 Juli 2018 - 12:54:00 WIB
Begini Cara Membentuk Anak Menjadi 'Genius' sejak Dalam Kandungan
Ibu hamil wajib menjaga asupan gizi. (Foto: Women Planet)

JAKARTA, iNews.id – Masih dalam suasana Hari Anak Nasional (HAN) 2018, orangtua diingatkan untuk memenuhi hak-hak buah hatinya. Termasuk kebutuhan tumbuh kembang dan kesehatan anak.

Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Salah satunya, pertumbuhan anak yang optimal. Sehingga membentuk si anak menjadi ‘Genius’ alias anak yang gesit, punya empati, berani, unggul, dan sehat.

Meskipun para orangtua memiliki caranya sendiri untuk perkembangan dan pendidikan anak, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal yang sangat vital adalah soal gizi. Sebab dari gizi anak inilah yang membuat tumbuh kembang anak optimal.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr. Eni Gustina, MPH mengatakan, masalah gizi seperti stunting dan kurang gizi pada anak masih menjadi permasalahan yang sedang digenjot solusinya. Sebab dari gizi ini, persoalannya bisa merembet ke berbagai segi.

"Bayi yang baru lahir kita (di Indonesia) 20 persen, lahirnya pendek, beratnya kurang 2,5 kilogram. Di usia 0-2 tahun nanti, dia akan tetap pendek, cenderung kurang gizi, dan sering sakit pada waktu balita," tutur Dokter Spesialis Anak  Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi mengenai dampak stunting pada anak, saat ditemui iNews.id di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Tak cuma fisik yang dipengaruhi oleh stunting, tetapi juga kondisi tumbuh kembang otak, serta organ lain yang diakibatkan kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Akibatnya, tambah dr. Soedjatmiko, anak-anak yang lahir stunting kemungkinan lebih dini mengalami penyakit jantung atau tak menular lain yang berbahaya.

"Upaya agar anak-anak menjadi ‘Genius’, dimulai sejak dalam kandungan sampai anak berumur dua tahun, kemudian dilanjutkan terus pada masa balita, prasekolah dan remaja," tutur dia.

Dia menjelaskan, ibu yang sedang hamil harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup, seperti makanan pokok, lauk protein, sayuran, dan buah. Supaya optimal, bisa pula ditambah tablet zat besi, iodium, kalsium, zinc, vitamin A, dan D.

Selain gizi, yang tak kalah penting lainnya adalah imunisasi demi mencegah penyakit, serta stimulasi kasih sayang yang diberikan pada anak setiap hari. Inilah, kata Dr. Soedjatmiko, yang membentuk anak agar memiliki empati dan menjadi pribadi unggul kelak.

"Stimulasi dan kasih sayang ini sama pentingnya dengan gizi. Karena gizi kan untuk pertumbuhan fisik, stimulasi dan kasih sayang ini sebagai 'software' yang melatih otaknya dia, termasuk empati," katanya.

Dia juga menyarankan para calon ibu atau orangtua yang memiliki anak, agar memiliki buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Di dalam buku tersebut, terdapat panduan lengkap untuk menjaga si kecil tetap sehat, terpenuhi gizinya, serta tumbuh kembangnya.

Editor : Tuty Ocktaviany