Belajar Tatap Muka walau Pandemi, Pondok Pesantren Darul Aman Pastikan Santri Kantongi Hasil Rapid Test

Rizqa Leony Putri · Sabtu, 07 November 2020 - 06:37:00 WIB
Belajar Tatap Muka walau Pandemi, Pondok Pesantren Darul Aman Pastikan Santri Kantongi Hasil Rapid Test
Pondok Pesantren Darul Aman pastikan santri kantongi hasil rapid test. (Foto: Kemenkes)

JAKARTA, iNews.id - Sejak ditetapkannya kebijakan pembelajaran tatap muka di masa adaptasi hidup baru, berbagai pondok pesantren mulai berbenah. Selain mempersiapkan proses belajar tatap muka, pihaknya juga harus menerapkan protokol kesehatan yang harus dilakukan para santri.

Banyaknya jumlah santri di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Hal ini turut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari.

"Kami harapkan pesantren bisa menjadi satu institusi yang menjalankan protokol kesehatan dengan baik, dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat," ujar Kirana dalam rangkaian Kampanye 3M di Pesantren, Rabu (21/10/2020).

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 ini, Kirana berharap agar protokol kesehatan dapat dilakukan secara terus-menerus, tidak hanya saat pandemi berlangsung, tetapi juga ke depannya.

"Sangat penting di pesantren ada kebijakan yang bisa menjadi pegangan di dalam lingkungan pesantren. Jadi, perilaku hidup bersih dan sehat ini memang harus diterapkan sehari-hari," kata Kirana.

Tak hanya itu, menurutnya, peran aktif dari para pembina dan juga para santri untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian sangat dibutuhkan. Sebab, santri merupakan harapan masyarakat untuk turut menjadi agen perubahan. 

"Santri ini adalah suatu potensi yang dimiliki masyarakat agar bisa menjadi agen perubahan yang bisa memengaruhi masyarakat di sekitarnya dan keluarganya," kata Kirana.

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Riskiyana S. Putra menjelaskan perihal proses pemberdayaan masyarakat pesantren yang dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan. Di antaranya dengan menerbitkan kebijakan di pesantren, analisis situasi pesantren, dan membentuk pengorganisasian.

"Situasi pesantren itu harus menjadi pertimbangan.  Kebijakan sudah ada, tapi penerapannya tergantung kepada situasi dan potensi sumber daya pesantren yang bersangkutan, didukung dengan kemitraan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan literasi kesehatan dan peningkatan kualitas lingkungan" ujar Riskiyana.

Tak hanya itu, dalam proses pemberdayaan masyarakat pesantren, pihak pesantren juga harus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk pengoptimalisasian kegiatan pesantren, mengingkatkan literasi kesehatan di lingkungan pesantren, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan pesantren, serta melakukan pelaporan dan penilaian.

"Kalau ada santri yang dicurigai tertular, tapi belum menunjukkan gejala, misalnya dia datang dari zona merah. Tentu pesantren itu perlu bermitra dengan Satgas Covid-19 di wilayahnya dan puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya," kata Riskiyana.

 "Diperlukan literasi kesehatan berupa pemahaman, baik dari pengasuh pondok pesantren, kemudian dari santrinya sendiri, dan masyarakat sekitarnya, sampai dengan terbentuk kebiasaan (menerapkan protokol kesehatan) itu," ujarnya.

Editor : Tuty Ocktaviany

Halaman : 1 2