Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal CoZi LASIK, Teknologi Modern yang Diklaim Lebih Presisi dan Nyaman
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah LASIK Aman? Dokter Mata Jelaskan Fakta dan Risikonya!

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:35:00 WIB
Benarkah LASIK Aman? Dokter Mata Jelaskan Fakta dan Risikonya!
Ilustrasi pemeriksaan mata. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idLASIK atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis menjadi salah satu prosedur koreksi refraksi yang semakin banyak diminati masyarakat. Prosedur ini menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak. 

Namun, di balik popularitasnya, masih banyak orang yang mempertanyakan keamanan prosedur ini serta risiko yang mungkin terjadi setelah tindakan. Simak penjelasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng dr Devina Nur Annisa, Sp.M (K) menjelaskan bahwa LASIK merupakan prosedur yang telah berkembang pesat berkat dukungan teknologi modern. Meski demikian, tindakan ini tetap harus diawali dengan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pasien merupakan kandidat yang tepat.

"Bagi banyak orang, kacamata dan lensa kontak memang membantu, tetapi dalam aktivitas tertentu bisa terasa kurang praktis, misalnya saat berolahraga, bepergian, bekerja dalam waktu panjang, atau ketika lensa kontak memicu rasa kering dan tidak nyaman," ujar dr Devina dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026). 

"Nah, LASIK hadir sebagai salah satu pilihan koreksi refraksi yang dapat membantu pasien melihat lebih jelas dan beraktivitas lebih bebas," tambahnya.

Menurutnya, keamanan LASIK tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga proses seleksi pasien sebelum tindakan dilakukan. Tidak semua orang dapat langsung menjalani prosedur ini.

"Yang terpenting adalah memastikan pasien memahami manfaat, proses, kriteria, serta potensi efek sampingnya melalui konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu," katanya.

Perlu diketahui, LASIK bekerja dengan menggunakan sinar laser untuk membentuk ulang kornea agar cahaya dapat difokuskan secara tepat ke retina. Prosedur ini dapat digunakan untuk mengoreksi berbagai kelainan refraksi, seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme).

Meski dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, pasien tetap perlu memahami bahwa setiap tindakan medis memiliki risiko. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah LASIK antara lain:

- Mata kering sementara
- Silau saat melihat cahaya terang pada malam hari
- Penglihatan membutuhkan waktu untuk beradaptasi selama masa pemulihan

Karena itu, pemeriksaan pra-LASIK menjadi tahap yang sangat penting. Pasien akan menjalani serangkaian evaluasi untuk menilai kondisi kornea, tajam penglihatan, kesehatan retina, hingga stabilitas ukuran kacamata.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K), menegaskan bahwa keberhasilan LASIK modern dimulai jauh sebelum tindakan dilakukan.

"LASIK modern membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, pemeriksaan pra-LASIK menjadi fondasi yang sangat penting untuk menilai apakah pasien merupakan kandidat yang tepat," ujar dr. Ferdiriva.

Secara umum, kandidat ideal LASIK sebagai berikut:

- Berusia minimal 18 hingga 20 tahun
- Memiliki ukuran kacamata yang stabil setidaknya dalam satu tahun terakhir
- Memiliki ketebalan kornea yang cukup
- Tidak mengalami gangguan mata tertentu seperti glaukoma, infeksi mata berat, gangguan retina, atau mata kering berat

Selain itu, wanita yang sedang hamil biasanya tidak disarankan menjalani LASIK karena perubahan hormonal dapat memengaruhi stabilitas ukuran mata.

Dengan perkembangan teknologi dan proses skrining yang semakin komprehensif, LASIK kini menjadi salah satu pilihan koreksi penglihatan yang relatif aman bagi pasien yang memenuhi kriteria medis. Namun, para ahli mengingatkan bahwa konsultasi dengan dokter spesialis mata tetap menjadi langkah utama sebelum memutuskan menjalani tindakan tersebut.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut