Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak
Advertisement . Scroll to see content

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:15:00 WIB
Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak
Kasus demam berdarah banyak menewaskan anak-anak. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sepanjang 2025 sebanyak 59 persen kematian akibat dengue terjadi pada kelompok usia 0-14 tahun.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa DBD bukan sekadar penyakit yang menyebabkan demam tinggi, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi berat yang mengancam nyawa apabila terlambat ditangani.

Selain itu, kelompok usia 5-14 tahun tercatat secara konsisten menjadi kelompok dengan proporsi kematian akibat dengue tertinggi selama periode 2018-2025.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr Ikhsanuddin Qothi, mengatakan salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa seseorang yang pernah terkena DBD tidak akan terinfeksi lagi.

"Setelah terinfeksi salah satu serotipe, seseorang masih dapat terinfeksi kembali oleh serotipe yang berbeda. Infeksi berikutnya bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya dengue berat," ujar dr. Ikhsan dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut