Benarkah Vape Lebih Aman daripada Rokok Konvensional? Begini Faktanya
"Vape bukan produk yang aman dan tetap mengandung zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan," kata Taruna.
Kemenkes Bongkar Bahaya Tersembunyi Vape, Bisa Disusupi Narkotika hingga Picu Kanker
Dia menambahkan, hingga kini belum ada penelitian yang dapat memastikan rokok elektronik bebas dari risiko kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan vape sebagai alternatif yang dianggap aman tanpa memahami kandungan dan dampaknya.
BPOM juga menyoroti tren penggunaan vape yang semakin meluas di kalangan remaja. Beragam pilihan rasa, desain modern, serta strategi pemasaran yang menyasar anak muda membuat rokok elektronik kerap dianggap sebagai bagian dari gaya hidup.
Jadi Tersangka Kasus Vape Narkotika, Kasat Narkoba Kutai Kartanegara Terancam Dipecat
Padahal, di balik tampilannya yang menarik, vape tetap merupakan produk yang mengandung nikotin dan berbagai zat kimia lainnya. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya generasi baru yang mengalami ketergantungan nikotin sejak usia dini.
Tak hanya itu, BPOM mengungkap adanya penyalahgunaan perangkat vape untuk mengonsumsi zat berbahaya lainnya. Dalam sejumlah kasus, perangkat tersebut digunakan untuk menghirup new psychoactive substances (NPS) atau zat psikoaktif jenis baru yang dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan.