Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erupsi Gunung Anak Krakatau, 1.279 Personel Gabungan Disiagakan untuk Penanganan Bencana
Advertisement . Scroll to see content

Bencana Alam Mengintai, Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Wajib Siapkan Tas Siaga

Kamis, 10 September 2026 - 10:35:00 WIB
Bencana Alam Mengintai, Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Wajib Siapkan Tas Siaga
Tas Siaga Bencana (TSB) menjadi perlengkapan penting yang perlu disiapkan keluarga, terutama mereka yang memiliki bayi dan balita. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tas Siaga Bencana (TSB) menjadi perlengkapan penting yang perlu disiapkan keluarga, terutama mereka yang memiliki bayi dan balita. Dokter Spesialis Anak, dr Leonirma Tengguna mengingatkan tas darurat harus realistis, ringkas, dan mudah dibawa saat orang tua harus mengevakuasi anak dalam kondisi bencana.

Indonesia saat ini menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi dalam waktu berdekatan. Mulai dari gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk melakukan antisipasi terhadap bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyiapkan TSB untuk setiap keluarga.

Menurut dr Leonirma, kecepatan evakuasi menjadi salah satu faktor penting dalam situasi darurat. Karena itu, tas untuk keluarga yang memiliki bayi dan balita sebaiknya dibuat dengan mempertimbangkan kondisi orang tua yang kemungkinan harus menggendong anak saat menyelamatkan diri.

“Sebagai dokter anak dan Ibu, menurutku tas siaga bencana itu penting, tapi harus realistis, ringkas dan gampang digendong. Soalnya pada saat bencana terjadi, kemungkinan besar kita akan evakuasi sambil gendong anak kita (terutama bayi dan balita),” tulis dr Leonirma dalam utas di akun Threads dikutip Kamis (10/9/2026).

Dia menyarankan TSB menggunakan tas berbentuk ransel agar kedua tangan orang tua tetap bebas untuk memegang atau menggendong anak. Isi tas juga harus dibatasi pada barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

“Inget tas ini dipake sambil gendong anak, bukan dijinjing santai. Kalo isinya kebanyakan, yang ada malah ga bakal dibawa. Esensial dan ringkas jauh lebih berguna daripada lengkap tapi berat,” katanya.

Untuk membantu orang tua menyiapkan TSB, dr Leonirma membagi kebutuhan utama ke dalam tiga kategori, yakni dokumen dan obat-obatan, perlengkapan bayi dan balita, serta kebutuhan orang tua.

1. Dokumen Penting dan Obat-obatan Esensial

Dokumen identitas dan perlengkapan medis dasar sebaiknya disimpan dalam kantong plastik kedap air. Dokumen yang disiapkan antara lain fotokopi Kartu Identitas Anak (KIA) atau rekam imunisasi, KTP dan kartu keluarga (KK) orang tua, data diri dalam USB, daftar kontak darurat, serta foto terbaru anak.

Untuk pertolongan pertama, orang tua dapat menyiapkan parasetamol dengan dosis sesuai berat badan anak, oralit, obat rutin anak beserta catatan dosis dan riwayat alergi. Perlengkapan lain meliputi kasa, plester, antiseptik non-alkohol, gunting kecil, dan termometer.

2. Perlengkapan Khusus Bayi dan Balita

Kebutuhan bayi dan balita perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi anak. Perlengkapan sanitasi dan pakaian dapat berupa popok untuk kebutuhan dua hari, tisu basah dan kering, hand sanitizer, krim penghangat, lotion ukuran kecil, sabun bayi, kantong plastik kecil, dua set baju ganti, jaket tipis, kaos kaki, selimut, dan masker anak.

Dari sisi nutrisi dan kenyamanan, orang tua dapat membawa susu formula sachet dan dot cadangan bagi anak non-ASI. Selain itu, siapkan bubur MPASI instan sesuai usia dan tekstur anak, biskuit, serta satu mainan favorit untuk membantu menjaga ketenangan emosional anak.

3. Kebutuhan Orang Tua

Orang tua juga perlu membawa kebutuhan pribadi agar tetap dapat menjalankan proses evakuasi dengan baik. Beberapa di antaranya obat rutin pribadi, dua set baju ganti, jas hujan tipis, pembalut atau pantyliner, masker, hand sanitizer, air minum, serta camilan tahan lama.

Peralatan pendukung yang dapat dimasukkan ke dalam tas antara lain senter kecil beserta baterai cadangan, power bank, dan uang tunai pecahan kecil. Pemilihan barang tetap harus mempertimbangkan kapasitas tas dan kemampuan orang tua membawanya saat menggendong anak.

dr Leonirma juga mengingatkan orang tua untuk mengevaluasi isi TSB secara berkala. Perubahan kebutuhan anak seiring pertumbuhan perlu diperhatikan agar isi tas tetap sesuai dan dapat digunakan ketika kondisi darurat terjadi.

“Jangan lupa selalu cek tanggal kadaluarsa obat dan sufor tiap enam bulan dan sesuain ukuran popok ada baju seiring anak tumbuh,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut