Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Mewabah di Indonesia, 572 Kasus Terkonfirmasi!
Advertisement . Scroll to see content

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Kamis, 05 Maret 2026 - 09:10:00 WIB
Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Penyakit campak gampang menular ke orang lain. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Nah, dari droplet itu, ketika disentuh anak lain, lalu menggaruk hidung, virus bisa masuk dan mulai menginfeksi. 

"Anak dengan campak itu umumnya akan disertai gejala batuk-pilek. Kalau anak-anak itu kan ketika dia batuk, dia meper di mana, lalu teman-temannya pegang hidung," jelas dr Kristian. 

Karena itu juga, para ahli kesehatan selalu mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi campak. Sebab, penularan virusnya begitu agresif. 

Selain isolasi mandiri, pemeriksaan ke dokter juga sangat dianjurkan. Hal ini untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah keparahan penyakit akibat campak. 

Ya, penyakit campak bisa menjadi sakit berat, seperti sesak napas akibat radang paru (pneumonia), kejang akibat radang otak (ensefalitis), dehidrasi akibat diare berat, kerusakan otak progresif seperti panensefalitis sklerosis subakut, hingga kematian.

Sangat disarankan bagi orang tua yang belum memberikan vaksin MR ke anaknya, agar sesegera mungkin memberikannya sesuai jadwal. Vaksin MR diberikan pada bayi berusia 9 bulan, 18 bulan, dan anak kelas 1 SD.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut