Campak-Rubella Bahaya bagi Ibu Hamil dan Bayi, Ini Cara Mencegahnya

Siska Permata Sari · Senin, 22 Oktober 2018 - 18:41:00 WIB
Campak-Rubella Bahaya bagi Ibu Hamil dan Bayi, Ini Cara Mencegahnya
Ibu hamil cek kesehatan. (Foto: Footage)

JAKARTA, iNews.id - Kita sudah tahu jika penyakit campak dan rubella atau campak Jerman merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui pernapasan, seperti hidung dan tenggorokan. Biasanya, penyakit yang disebabkan oleh virus ini lebih cepat disembuhkan pada anak-anak daripada orang dewasa.

Meskipun penyakit yang umumnya tak membahayakan penderitanya, penyakit campak ini mampu membahayakan ibu hamil dan bayi. Bahkan disebut-sebut, angka kematian bayi dan kelahiran bayi prematur bisa menjadi dampak yang disebabkan oleh virus campak dan rubella tersebut.

Melansir dari National Health Service (NHS) di Inggris, Senin (22/10/2018), komplikasi campak yang menimpa ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran mati, bayi lahir prematur atau lahir dengan keadaan berat badan lahir rendah. Sementara itu, bayi di bawah usia satu tahun juga lebih besar berisiko terkena dampak komplikasi campak dan rubella.

Adapun gejala-gejala umum yang dirasakan saat terkena penyakit campak, yaitu demam tinggi, mata merah, sakit tenggorokan, benjolan putih di mulut, dan ditandai dengan ruam-ruam yang menyebar ke hampir seluruh tubuh. Campak juga kadangkala menyebabkan komplikasi seperti diare, infeksi telinga, infeksi mata, infeksi saluran pernapasan hingga demam disertai kejang.

Lalu, bagaimana mencegahnya? Situs kesehatan Amerika, WebMd menyatakan, vaksin sejauh ini menjadi cara terbaik untuk mencegah penyebaran campak. Tercatat, vaksin measles-rubella (MR) terbukti 97 persen efektif mencegah campak dan rubella setelah dua kali imunisasi.

"Pakar medis menyarankan agar anak-anak mendapatkan dosis pertama ketika mereka berusia antara 12 dan 15 bulan, dan kedua antara empat dan enam tahun," demikian ditulis WebMd.

Di Indonesia, vaksin MR juga menjadi cara satu-satunya pencegahan untuk penyebaran campak dan rubella. Capaian vaksin MR secara nasional sendiri telah mencapai sekira 62 hingga 63 persen. Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek juga menegaskan betapa pentingnya pemberian vaksin MR.

"Penyakit campak dan rubella tidak dapat diobati. Pengobatan yang diberikan kepada penderita hanya bersifat supportif. Tetapi kedua penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi," kata Nila.

Editor : Tuty Ocktaviany