Cegah Campak, Jangan Pegang Bayi saat Lebaran Ya!
JAKARTA, iNews.id - Penyakit campak sedang menyebar luas di Indonesia. Penularan yang sangat mudah membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan agar tidak pegang bayi saat silaturahmi di momen Lebaran nanti.
Ya, campak sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Menurut Kemenkes, dari satu pasien campak bisa menularkan virus ke 18 orang lainnya. Terlebih, pada bayi yang masih sangat rentan imunitas tubuhnya.
Karena itu, Kemenkes meminta kepada masyarakat agar tidak pegang-pegang bayi, apalagi mencium bayi. Sebab, perilaku yang seperti itu meningkatkan risiko penularan penyakit, termasuk campak.
"Kebiasaan asal sentuh anak balita, bayi, terutama saat Lebaran sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari, karena risiko penularan tinggi," ungkap Andi saat konferensi pers daring, belum lama ini.
Bagaimana Efek Samping Vaksin Campak pada Balita? Begini Kata Kemenkes
Jika Anda adalah pasien campak yang memerlukan isolasi mandiri, maka saat Lebaran nanti tidak diperkenankan untuk bersilaturahmi atau bertamu ke rumah orang lain. Prinsipnya jelas, Anda mudah menularkan penyakit ke orang lain.
"Kalau ada tanda suspek campak, seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul," sarannya.
Sebagai informasi, hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus konfirmasi positif dan 6 kematian akibat campak.
Kemenkes Ingatkan Waspada Wabah Campak Jelang Mudik Lebaran
Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Editor: Muhammad Sukardi