Bagaimana Efek Samping Vaksin Campak pada Balita? Begini Kata Kemenkes
JAKARTA, iNews.id - Efek samping vaksin campak sering menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, terutama jika diberikan kepada balita. Kekhawatiran tersebut bahkan membuat sebagian orang tua ragu atau menunda memberikan vaksin kepada anak mereka.
Padahal, pemerintah memastikan efek samping vaksin campak yang muncul pada anak umumnya bersifat ringan dan tidak berbahaya. Reaksi tersebut merupakan respons alami tubuh ketika membentuk kekebalan terhadap virus.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalucia, mengatakan reaksi setelah imunisasi merupakan hal yang wajar dan jarang menimbulkan masalah serius.
"Efek samping pemberian vaksin ini pada umumnya adalah sangat rendah dan bisa hilang dalam waktu sekitar 24 jam," kata Rizka Andalucia dalam konferensi pers virtual pada Jumat (6/3/2026).
Rizka menjelaskan, keluhan yang mungkin muncul setelah vaksin MR (Measles-Rubella) biasanya hanya berupa gejala ringan. Kondisi tersebut bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah tanpa memerlukan penanganan medis khusus.
"Pada vaksin MR sendiri efek samping yang mungkin terjadi adalah dari data hasil uji klinis menimbulkan rasa nyeri yang ringan pada lokasi suntikan, kemudian demam ringan dan ruam-ruam," ucap Rizka.