Chantel Giacalone Menderita Kerusakan Otak akibat Makan Kue Kering, Dapat Ganti Rugi Rp431 Miliar

Leonardus Selwyn · Selasa, 13 April 2021 - 22:39:00 WIB
Chantel Giacalone Menderita Kerusakan Otak akibat Makan Kue Kering, Dapat Ganti Rugi Rp431 Miliar
Aktris Chantel Giacalone mengalami kerusakan otak setelah makan kue kering. (Foto: Instagram/Sandy Jose)

LOS ANGELES, iNews.id – Aktris Chantel Giacalone divonis menderita kerusakan otak, setelah mengonsumsi pretzel (kue kering). Akibat kejadian itu dia dan keluarga mendapat ganti rugi sebesar 29,5 juta dollar AS atau Rp431 miliar. 
 
Dari peristiwa tersebut diketahui, Chantel Giacalone mengalami reaksi alergi terhadap pretzel selai kacang dan tidak dapat bernapas.
 
Menurut surat kabar lokal, model dan aktris yang berusia 27 tahun itu mengalami kejadian nahas pada 2013. Dia bahkan diprediksi tidak akan bertahan hidup melewati usia 55 tahun. Sebab dalam delapan tahun terakhir, Giacalone hanya terbaring di ruang makan rumah orangtuanya.
 
Kejadian naas itu berawal pada Februari 2013, di mana Giacalone berada di Las Vegas untuk sebuah konvensi. Saat itu temannya bernama Tara Retes tidak menyadari betapa serius alergi yang dimiliki Giacalone. Ia lantas menawarinya yogurt beku dengan topping pretzel kecil. 
 
Giacalone memakan sedikit camilan itu tanpa menyadari bahwa makanan itu berisi selai kacang. Beberapa saat kemudian, dua temannya menyadari itu mengandung alergen. Dalam keadaan panik, aktris tersebut menelepon sang ayah untuk memberi tahu."Saya kesulitan bernapas,” kata Giacalone.
 
Sang ayah, Jack Giacalone, ayahnya, menyuruhnya segera mencari Benadryl dan mencari pertolongan medis.
 
Sejak saat itu pria berusia 27 tahun itu mengalami syok anafilaksis dan membutuhkan perawatan medis segera. Namun, menurut gugatan yang dilayangkan keluarga korban, perawatan medis yang diterima Giacalone mengalami kegagalan.
 
Christian Morris, pengacara yang mewakili keluarga dalam gugatan perdata menyatakan bahwa otak Giacalone dibiarkan tanpa oksigen karena staf Ambulans MedicWest tidak memiliki epinefrin IV yang merupakan pengobatan adrenalin untuk reaksi alergi yang parah. 
 
Sebaliknya, mereka memberikan epinefrin intramuskular. Alhasil, setelah melewati persidangan, rumah sakit siap membayar Rp431 miliar meski MedicWest menyangkal paramedis telah melakukan kesalahan. 
 

Editor : Elvira Anna