Corona di Indonesia Belum Reda, Kepala BKKBN: Kita Takutkan Kehamilan yang Tidak Dikehendaki
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, Sp OG(K) khawatir akan tingginya angka kehamilan tak diinginkan selama masa pandemi virus corona baru (Covid-19). Hal ini terkait dengan data penurunan penggunaan alat kontrasepsi dan perkiraan angka kehamilan yang meningkat selama adanya Covid-19.
Hal tersebut dipaparkan dalam Webinar ‘Tantangan Kependudukan di Tengah Pandemi Webinar’ pada Kamis (28/5/2020). Berdasarkan data dari BKKBN, capaian peserta keluarga berencana (KB) baru dan aktif mengalami penurunan signifikan pada bulan Maret dan April. Penurunan tersebut terjadi di semua jenis alat kontrasepsi mulai dari IUD, tubektomi (MOW), vasektomi (MOP), kondom, implan, suntik dan pil.
“Memang di bulan Maret dan April ini penggunaan KB semuanya mengalami penurunan. Mulai dari yang peserta KB baru, peserta KB yang mengganti cara, hingga peserta KB ulangan,” kata Hasto.
Di lain sisi, angka kehamilan dan kelahiran di masa pandemi ini justru mengalami peningkatan, yakni sekitar 15 persen atau dalam perkiraan angka sebesar 370.000 hingga 500.000.
Namun selain angka statistik, yang tak kalah mengkhawatirkan adalah kualitas bonus demografi karena adanya kehamilan yang tidak diinginkan.