Daging Olahan Marak di Pasaran, Bahaya Kanker Mengintai
Selain itu, konsumsi daging olahan juga dikaitkan dengan peradangan kronis dalam tubuh. Gangguan mikrobioma usus dan metabolisme yang terganggu turut berperan dalam memicu resistensi insulin serta meningkatkan risiko gangguan jantung.
Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya melihat pola makan secara keseluruhan. Konsumsi daging dapat dibatasi dan diganti dengan sumber protein lain yang lebih sehat seperti protein nabati, ikan, atau unggas.
Menambahkan asupan serat dalam pola makan harian juga menjadi langkah penting. Serat dapat membantu menjaga kesehatan usus dan menurunkan pembentukan zat karsinogen dalam tubuh.
Risiko kanker memang dipengaruhi banyak faktor di luar makanan, seperti genetik dan gaya hidup. Namun perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dinilai dapat membantu menurunkan risiko dan meningkatkan kualitas kesehatan jangka panjang.
Editor: Dani M Dahwilani