Darah Diharamkan dalam Islam, Profesor UI Ungkap 4 Bahaya bagi Kesehatan
“Keempat, tidak ada manfaat kesehatan khusus dari meminum darah. Kalau tujuannya mencari protein atau zat besi; daging, ikan, telur, hati memberikan manfaat yang sama, bahkan lebih aman. Sampai hari ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa minum darah memberikan manfaat kesehatan," ujar Prof Zulys.
Artinya, kebutuhan protein dan zat besi dapat dipenuhi melalui berbagai makanan yang lebih umum dikonsumsi. Sementara itu, konsumsi darah secara langsung tidak memiliki manfaat kesehatan khusus yang sudah terbukti secara ilmiah.
Darah pada Daging Tidak Sama dengan Darah Mengalir
Prof Agustino menjelaskan mengenai daging yang masih memiliki sisa darah setelah proses penyembelihan. Dia menekankan adanya perbedaan antara darah yang mengalir dengan sisa darah yang secara alami masih terdapat pada jaringan daging.
“Lalu bagaimana dengan daging yang masih ada darahnya? Islam tidak mengharamkan darah yang masih tersisa alami pada daging setelah proses penyembelihan. Yang diharamkan adalah darah yang mengalir," katanya.
Penjelasan tersebut sekaligus memberikan konteks mengenai larangan konsumsi darah dalam ajaran Islam. Dari sisi kesehatan, darah juga memiliki karakteristik berbeda dengan bahan pangan yang memang dirancang untuk menjadi sumber nutrisi.
“Inilah indahnya Islam. Allah tidak hanya memerintahkan, tapi juga melindungi. Tidak semua yang dilarang Allah langsung bisa dijelaskan oleh sains. Namun, sains dapat menguatkan hikmah di balik larangan-Nya,” prof Zulys.
Editor: Dani M Dahwilani