Demam pada Bayi Baru Lahir Tak Boleh Disepelekan, Harus Ditangani Dokter!
JAKARTA, iNews.id - Demam pada bayi baru lahir tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa. Meski suhu tubuh yang meningkat terkadang menjadi tanda tubuh melawan infeksi, pada bayi berusia kurang dari tiga bulan, demam dapat menandakan kondisi serius yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.
Pentingnya kewaspadaan ini kembali menjadi perhatian setelah bayi Alena yang baru berusia 28 hari meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026). Sebelum menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Alena dikabarkan mengalami demam dan diduga diberikan telur mentah oleh neneknya.
Namun, penyebab pasti kematian Alena dan keterkaitannya dengan dugaan pemberian telur mentah belum dipastikan secara medis. Kasus ini menjadi pengingat agar orang tua tidak menunda pemeriksaan ketika bayi baru lahir mengalami demam.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), melalui pernyataan resmi IDAI menekankan pentingnya penanganan bayi berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan medisnya.
Menurut dr Piprim, bayi baru lahir masih memiliki sistem pertahanan tubuh yang berkembang. Infeksi yang pada anak lebih besar mungkin menimbulkan gejala ringan dapat berkembang menjadi kondisi serius pada bayi yang masih sangat muda.