Disiksa Pasangan Bertahun-tahun tapi Tidak Pergi? Ini yang Terjadi pada Korban
"Tapi biasanya ada fase rekonsiliasi, pelaku meminta maaf, hubungan kembali mesra, lalu kekerasan terjadi lagi. Siklus itu terus berulang," katanya.
Stephani mengatakan, pola tersebut membuat korban sulit mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan. Sebab, korban masih mengingat momen-momen bahagia yang pernah dirasakan bersama pelaku.
Tak hanya itu, kekerasan yang dilakukan pelaku biasanya meningkat secara bertahap. Awalnya korban mungkin hanya mengalami bentakan atau tamparan, tetapi lama-kelamaan bentuk kekerasan berkembang menjadi lebih berat.
"Awalnya mungkin hanya ditampar, lalu pelaku meminta maaf. Setelah itu bisa meningkat menjadi dipukul, kemudian minta maaf lagi. Eskalasinya terus meningkat," jelasnya.
Selain dipengaruhi siklus kekerasan, korban juga dapat memiliki kondisi psikologis tertentu yang membuatnya lebih rentan bertahan. Misalnya memiliki sifat dependen atau sangat bergantung kepada pasangan secara emosional.