Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Perayaan Tahun Baru 2026 di Sejumlah Negara, dari Gemerlap hingga Harapan
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Anak: Jarang Sekali Vaksin Sebabkan Kematian

Kamis, 12 September 2024 - 09:55:00 WIB
Dokter Anak: Jarang Sekali Vaksin Sebabkan Kematian
Dokter spesialis anak memastikan kalau kasus kematian akibat vaksin itu jarang sekali. (Foto: Screenshoot)
Advertisement . Scroll to see content

Syok anafilaktik dapat menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis serta penyempitan saluran pernapasan, sehingga perlu mendapat penanganan yang cepat. Umumnya, orang yang mengalami syok anafilaktik merasa mual dan sakit di area perut.

Di kesempatan itu, dr Agnes menerangkan juga bahwa efek samping vaksin biasanya ringan. Dengan begitu, orangtua sejatinya tidak usah ragu untuk mengizinkan anaknya diimunisasi.

Dokter Spesialis Anak dr Agnes Tri Harjaningrum, SpA, pastikan kematian akibat vaksin itu kasusnya jarang sekali, sehingga bagi orangtua tidak usah ragu mengizinkan anaknya untuk diimunisasi.
Dokter Spesialis Anak dr Agnes Tri Harjaningrum, SpA, pastikan kematian akibat vaksin itu kasusnya jarang sekali, sehingga bagi orangtua tidak ragu mengizinkan anaknya diimunisasi.

"Semua vaksin umumnya memiliki efek samping yang ringan," ungkap dr Agnes.

"Efek samping itu umumnya demam ringan, di bekas suntikan terasa pegal atau bengkak, anak jadi tidak nafsu makan. Tapi, itu semua hanya berlangsung 2 hingga 3 hari saja, setelah itu hilang dan anak menjadi lebih sehat," paparnya.

Dengan kata lain, jelas dr Agnes, vaksin malah membantu si kecil menjadi anak yang lebih sehat dan mencegah dia dari penyakit yang lebih serius.

"Vaksin itu mencegah si kecil mengalami penyakit yang lebih berat. Jadi, jangan ragu untuk memberikan vaksin kepada anak mulai dari dia lahir," kata dr Agnes.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut