Dokter di Daerah Terpencil Terbatas, DPR Usul Manfaatkan AI
Menurut dia, perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan dasar, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
"Nah, bisa nggak dengan teknologi yang ada itu kita bisa mengganti kehadiran fisik dokter dengan yang lain? Walaupun memang pasti tidak maksimal, tapi untuk mungkin penyakit tertentu," tambahnya.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah saat ini masih memprioritaskan pengembangan layanan telemedicine sebagai langkah awal untuk memperluas akses kesehatan di daerah terpencil.
"Mungkin kita mulai dulu dengan Telemedicine. Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab, ya. Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu," kata Budi.
Ia menjelaskan, telemedicine memungkinkan masyarakat berkonsultasi dengan dokter tanpa harus bertemu secara langsung. Layanan tersebut dinilai lebih realistis diterapkan dalam waktu dekat dibandingkan menggantikan peran dokter dengan AI.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga terus berupaya menambah jumlah dokter dan memperbaiki distribusi tenaga medis agar tidak terkonsentrasi di kota-kota besar.
Editor: Muhammad Sukardi