Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Kebiasaan Pria Bikin Kulit Sehat dan Glowing, Ini Harus Dihindari
Advertisement . Scroll to see content

Facial Lifting dengan Volulift 2.0 Lebih Efektif Kencangkan Wajah? Ini Kata Dokter!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:57:00 WIB
Facial Lifting dengan Volulift 2.0 Lebih Efektif Kencangkan Wajah? Ini Kata Dokter!
Dokter jelaskan facial lifting untuk mengencangkan wajah. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perubahan pada wajah seiring bertambahnya usia ternyata tidak hanya ditandai dengan munculnya kerutan. Berkurangnya volume wajah, perubahan kontur, hingga kulit yang mulai mengendur juga dapat membuat bentuk wajah terlihat berbeda.

Kondisi tersebut membuat prosedur facial lifting kini tidak hanya berfokus pada efek mengencangkan kulit. Pendekatan yang lebih menyeluruh mulai mempertimbangkan struktur, volume, serta karakter wajah agar hasil perawatan tetap terlihat natural.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan untuk pendekatan tersebut adalah Volulift 2.0 yang mengombinasikan Hyaluronic Acid (HA) dan Polycaprolactone (PCL) collagen stimulator.

Lantas, apakah kombinasi tersebut membuat proses facial lifting menjadi lebih efektif?

Menurut dr. Chandra Lohisto, B.Med.Sc, Dip Cibtac, pendekatan dalam perawatan estetika sebaiknya tidak semata-mata mengejar perubahan bentuk wajah. Dokter perlu melihat kondisi dan kebutuhan setiap pasien terlebih dahulu.

"Kami tidak ingin berbicara tentang menciptakan wajah yang berbeda, tetapi bagaimana membantu mengembalikan karakter dan struktur wajah seseorang secara lebih natural melalui pendekatan yang tepat dan personalized," ujar dr. Chandra dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).

Pada proses penuaan, wajah dapat mengalami perubahan volume dan struktur. Area pipi misalnya, dapat kehilangan volume sehingga kontur wajah terlihat lebih turun. Sementara itu, garis rahang atau jawline juga bisa tampak kurang tegas.

Karena itu, kata dr Chandra, facial lifting dengan pendekatan modern tidak selalu berarti menarik kulit agar terlihat kencang. Evaluasi terhadap volume dan struktur wajah juga menjadi bagian penting sebelum dokter menentukan tindakan.

Dalam Volulift 2.0, HA dan PCL memiliki fungsi yang berbeda.

Hyaluronic Acid (HA) digunakan untuk membantu memberikan efek volumizing, lifting, sekaligus hidrasi pada tahap awal. Sementara Polycaprolactone (PCL) berfungsi sebagai collagen stimulator yang bekerja secara progresif dengan merangsang pembentukan kolagen.

Kombinasi keduanya kemudian ditujukan untuk memberikan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan yang terlihat setelah tindakan, tetapi juga pada proses restorasi wajah secara bertahap.

Meski demikian, menurut dr Chandra, hasil treatment tetap dapat berbeda pada setiap orang. Faktor seperti struktur wajah, kondisi kulit, volume jaringan, usia, serta area yang menjadi perhatian harus dipertimbangkan oleh dokter.

Facial Mapping Jadi Bagian Penting

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani treatment aesthetic adalah facial assessment. Pasien sebaiknya tidak menentukan tindakan hanya berdasarkan tren atau hasil yang terlihat pada orang lain.

Pada Volulift 2.0, prosesnya diawali dengan konsultasi dokter dan facial mapping. Dokter kemudian mengevaluasi struktur serta kebutuhan wajah sebelum menentukan apakah treatment tersebut sesuai.

"Setiap wajah memiliki struktur dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendekatan kami selalu dimulai dari konsultasi dan evaluasi dokter. Volulift 2.0 bukan treatment yang diterapkan dengan pendekatan one-size-fits-all," kata dr. Chandra yang juga Director PT Satu Estetika Indonesia. 

Facial mapping juga membantu dokter menentukan area yang perlu mendapat perhatian sehingga treatment dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing wajah.

Pendekatan tersebut dapat dipertimbangkan pada pasien yang memiliki kekhawatiran seperti facial sagging, kehilangan volume wajah, jawline yang kurang terdefinisi, hingga facial asymmetry. Namun, adanya keluhan tersebut bukan berarti seseorang otomatis membutuhkan Volulift 2.0.

Keputusan mengenai tindakan tetap perlu didasarkan pada pemeriksaan dokter.

Hasil Natural Lebih Dicari

Tren perawatan estetika belakangan juga mulai bergeser. Banyak orang tidak lagi sekadar menginginkan perubahan wajah yang drastis, tetapi mencari hasil yang tetap mempertahankan karakter asli.

Risa Rosalita, Head of Marketing Stay Beauty Clinic, mengatakan konsumen saat ini semakin kritis dalam memilih prosedur kecantikan.

"Saat ini konsumen semakin well-informed. Mereka tidak hanya mencari treatment karena sedang menjadi tren, tetapi ingin memahami teknologi, proses, keamanan, serta apakah sebuah treatment memang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Risa.

Hal ini menjadi penting karena prosedur estetika pada dasarnya bersifat personal. Treatment yang memberikan hasil baik pada satu orang belum tentu menghasilkan efek serupa pada orang lain.

Karena itu, konsultasi sebelum tindakan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari prosedur aesthetic treatment.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut