Fakta-Fakta Kram Otot, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
“Nah, kalau sudah kecapean, overstimulasi, jadi organ tendon golginya ini nggak bekerja nih inhibisinya, nggak ngerem. Jadi, mau gas terus. Makanya lengkung refleksnya jadi overstimulasi. Jadi, kedut-kedut terus padahal nggak ada itu stimulasinya," katanya.
2. Jangan Memijat Otot yang Sedang Kram
Kebiasaan memijat area yang mengalami kram ternyata tidak dianjurkan. Menurut dr. Fajri, tindakan tersebut justru berpotensi memperparah kondisi dan meningkatkan risiko cedera.
Sebagai gantinya, otot yang kram sebaiknya diluruskan atau diregangkan agar organ tendon Golgi kembali bekerja menghambat kontraksi berlebihan.
“Nah, makanya pengobatannya adalah kalau orang kram itu bukan dipijit-pijit, nggak boleh, malah bahaya. Dilempengin kakinya nih, dilurusin. Kalau dilurusin, itu stimulasi dari organ tendon golgi tadi itu menjadi meningkat. Sehingga, direm terus kan. Sehingga, kedutannya berkurang, sehingganya nyerinya kramnya berkurang. Itu tuh makanya kalau orang kram kan dilempengin kakinya tuh," ujarnya.
3. Hidrasi dan Elektrolit Tetap Penting
Selain kelelahan otot, kehilangan cairan dan elektrolit akibat cuaca panas atau aktivitas berat juga dapat meningkatkan risiko kram. Karena itu, tubuh perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup serta elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida.