Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fakta-Fakta Gagal Ginjal pada Anak, Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua
Advertisement . Scroll to see content

Gagal Ginjal Anak Tak Selalu karena Jajanan, Dokter Ingatkan Masalah Obesitas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:22:00 WIB
Gagal Ginjal Anak Tak Selalu karena Jajanan, Dokter Ingatkan Masalah Obesitas
Menjaga kesehatan ginjal anak perlu dilakukan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjaga kesehatan ginjal anak perlu dilakukan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat. Meski gagal ginjal pada anak tidak selalu disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, kebiasaan makan seimbang dan pencegahan obesitas tetap penting untuk mendukung kesehatan mereka hingga dewasa.

Dokter Spesialis Anak, dr Reza Fahlevi, menjelaskan penyebab gagal ginjal pada anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anak, gangguan ginjal berat dapat berkaitan dengan penyakit tertentu, kelainan bawaan, maupun peradangan yang memengaruhi fungsi ginjal.

"Banyak yang berpikir anak yang mengalami gagal ginjal diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat, misalnya jajanan sembarangan dan lain-lain. Faktanya, penyebab gagal ginjal pada anak berbeda dengan orang dewasa," ujar dr Reza dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Dia menjelaskan, penyakit ginjal pada orang dewasa sering berkaitan dengan komplikasi diabetes melitus dan hipertensi. Sementara pada anak, terdapat tiga kelompok penyebab yang dapat membuat mereka membutuhkan terapi pengganti ginjal jangka panjang.

Ketiganya adalah sindrom nefrotik resisten steroid, kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih, serta peradangan ginjal yang dapat dipicu penyakit seperti lupus dan nefropati IgA.

"Yang kedua adalah penyakit bawaan pada ginjal dan saluran kemih. Ya, yang ketiga adalah peradangan pada ginjal, misalnya karena penyakit lupus, IgA nephropathy, dan lain-lain," kata dr Reza.

Dalam kondisi tertentu, gangguan ginjal dapat berkembang hingga anak membutuhkan hemodialisis atau cuci darah, CAPD, maupun transplantasi ginjal. Penanganan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan ginjal dan kondisi medis masing-masing pasien.

Meski faktor penyebabnya beragam, orang tua tetap perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari anak. Pola makan seimbang dan upaya menjaga berat badan yang sehat merupakan bagian dari langkah pencegahan obesitas serta sejumlah penyakit yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa mendatang.

dr Reza menegaskan, anggapan bahwa gagal ginjal anak tidak berkaitan langsung dengan pola hidup bukan berarti kesehatan anak boleh diabaikan.

"Nah, lantas apakah anak boleh pola hidupnya tidak dijaga? Tidak juga. Pola hidup sehat pada anak tetap harus dijaga: mencegah obesitas, mengatur pola makan, ya. Karena ini kaitannya untuk pencegahan penyakit ginjal yang dapat terjadi di kemudian hari," ucap dr Reza.

Dengan memahami penyebab gangguan ginjal dan membiasakan pola hidup sehat, orang tua diharapkan dapat lebih bijak menjaga kesehatan anak. Namun, pola hidup sehat bukan jaminan untuk mencegah seluruh jenis penyakit ginjal, terutama yang berkaitan dengan kelainan bawaan atau kondisi medis tertentu.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut