Gangguan Mental Hantui Warga Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran, Ini Penyebabnya!
Kondisi tersebut memicu trauma mendalam yang berpotensi berkembang menjadi berbagai gangguan mental, mulai dari stres berat, kecemasan, hingga trauma berkepanjangan.
Tidak hanya itu, banyak warga yang terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman. Namun, kehidupan di pengungsian dengan fasilitas terbatas, kepadatan tinggi, serta ketidakpastian masa depan juga memperparah tekanan psikologis para korban konflik.
Di tengah kondisi tersebut, sistem layanan kesehatan di wilayah perang juga kerap terdampak. Rumah sakit bisa rusak akibat serangan, tenaga medis terbatas, dan fasilitas kesehatan tidak mampu melayani seluruh kebutuhan masyarakat.
Prof Yoga menilai kondisi ini menunjukkan bahwa konflik bersenjata membawa dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan mental.
Dia menegaskan, perdamaian menjadi solusi paling penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas akibat perang.
"Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal WHO, the best medicine is peace. Obat terbaik adalah perdamaian," ujarnya.
Editor: Muhammad Sukardi