Gejala Awal Ebola Ternyata Mirip Tifus, Demam dan Badan Lemas!
JAKARTA, iNews.id - Wabah Ebola yang kembali muncul di Afrika membuat dunia meningkatkan kewaspadaan. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah gejala awal Ebola yang sering menyerupai penyakit lain, terutama tifus atau Typhoid fever.
Kedua penyakit tersebut memang sama-sama bisa diawali demam tinggi, tubuh lemas, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Namun di balik kemiripan itu, Ebola dan tifus memiliki penyebab, tingkat bahaya, serta cara penularan yang sangat berbeda.
Simak ulasan selengkapnya terkait perbedaan Ebola dengan Tifus di artikel ini.
Menurut World Health Organization (WHO), Ebola merupakan penyakit akibat infeksi virus Ebola yang dapat menyebabkan pendarahan hebat dan gagal organ dengan tingkat kematian tinggi.
Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Ternyata Belum Ada Obat maupun Vaksin
Sementara tifus adalah infeksi bakteri Salmonella typhi yang umumnya menyerang saluran pencernaan dan dapat disembuhkan dengan antibiotik. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut tifus masih banyak ditemukan di negara dengan sanitasi buruk.
WHO Tetapkan Wabah Ebola sebagai Darurat Global, 80 Orang Meninggal Dunia
Pada tahap awal, Ebola memang sulit dikenali karena gejalanya sangat umum dan mirip penyakit tropis lain seperti tifus, malaria, atau flu berat.
WHO menjelaskan gejala awal Ebola biasanya meliputi:
Penyakit Mirip Ebola Merebak di Tanzania, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Dirawat
Gejala tersebut juga sering muncul pada tifus. Karena itu, banyak pasien Ebola pada awalnya tidak langsung terdeteksi.
Namun perbedaannya mulai terlihat ketika kondisi penderita Ebola memburuk dengan sangat cepat.
Menurut CDC, dalam beberapa hari pasien Ebola dapat mengalami:
Tidak semua pasien Ebola mengalami pendarahan, tetapi kondisi tubuh biasanya memburuk drastis dalam waktu singkat. WHO mencatat rata-rata tingkat kematian Ebola mencapai sekitar 50 persen, bahkan pada beberapa wabah bisa jauh lebih tinggi.
Berbeda dengan Ebola, tifus biasanya berkembang lebih lambat. Gejala tifus yang umum meliputi:
Pada beberapa pasien tifus juga dapat muncul bintik merah muda samar di kulit, tetapi kondisi tersebut jarang menyebabkan pendarahan hebat seperti Ebola.
Tifus umumnya dapat sembuh dengan antibiotik jika ditangani cepat. Sebaliknya, Ebola hingga kini masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia.
WHO bahkan menyebut beberapa strain Ebola, termasuk Bundibugyo dan Sudan, belum memiliki vaksin maupun obat yang disetujui secara resmi.
Inilah yang membuat dunia sangat waspada terhadap setiap kemunculan wabah Ebola.
Dokter mengingatkan masyarakat untuk segera mencari bantuan medis bila mengalami:
Diagnosis pasti Ebola maupun tifus tidak bisa ditebak hanya dari gejala dan harus dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium, dan WHO menegaskan deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran Ebola yang lebih luas.
Editor: Muhammad Sukardi