Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Warning! Virus Baru Ditemukan di China Namanya ALTNV
Advertisement . Scroll to see content

Gejala Virus Baru ALTNV Disebabkan Gigitan Kutu, Demam hingga Kelelahan

Jumat, 11 September 2026 - 15:45:00 WIB
Gejala Virus Baru ALTNV Disebabkan Gigitan Kutu, Demam hingga Kelelahan
Ilustrasi gejala virus baru. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Virus baru yang ditularkan melalui gigitan kutu ditemukan di China. Virus yang dikenal sebagai Asian longhorned tick nairovirus (ALTNV) ini dapat menyebabkan penyakit demam akut dengan sejumlah gejala yang sekilas menyerupai infeksi virus lainnya.

ALTNV ditemukan dalam penelitian terhadap ribuan orang yang memiliki riwayat gigitan kutu. Virus tersebut termasuk kelompok orthonairovirus, bagian dari famili Nairoviridae.

Penemuan ini menjadi perhatian karena gejala infeksi ALTNV tidak selalu khas. Beberapa keluhan yang muncul dapat menyerupai penyakit flu biasa, mulai dari demam dan kelelahan hingga gangguan pencernaan.

Gejala Virus ALTNV

Berdasarkan penelitian, pasien yang mengalami infeksi ALTNV dapat menunjukkan sejumlah gejala.

1. Demam

Demam menjadi salah satu tanda utama penyakit yang berkaitan dengan infeksi ALTNV. Kondisi ini muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi virus.

Karena demam juga merupakan gejala berbagai penyakit infeksi lainnya, keberadaannya tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang terinfeksi ALTNV.

2. Kelelahan

Kelelahan termasuk gejala yang cukup banyak ditemukan pada pasien dengan infeksi ALTNV.

Rasa lelah dapat muncul bersamaan dengan demam dan keluhan lainnya sehingga penderita bisa merasa tubuhnya lemas atau tidak bertenaga.

3. Gangguan saluran pencernaan

Infeksi ALTNV juga dapat disertai gangguan pada sistem pencernaan.

Keluhan ini menjadi salah satu gejala yang dilaporkan dalam penelitian dan menunjukkan bahwa infeksi virus tersebut tidak hanya menimbulkan gejala seperti flu.

4. Jumlah trombosit menurun

Salah satu temuan penting pada pasien ALTNV adalah trombositopenia, yaitu kondisi ketika jumlah trombosit dalam darah berada di bawah batas normal.

Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Namun, trombosit yang rendah tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami ALTNV karena kondisi tersebut juga dapat terjadi pada berbagai penyakit lain.

5. Peningkatan enzim hati

Pasien yang terinfeksi ALTNV juga dapat mengalami peningkatan kadar aminotransferase atau enzim hati dalam pemeriksaan darah.

Temuan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada fungsi atau kondisi hati, tetapi tetap membutuhkan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Gejalanya Bisa Sulit Dibedakan

Kemiripan gejala menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam penemuan ALTNV.

Pasalnya, China juga merupakan wilayah ditemukannya Dabie bandavirus (DBV), virus yang dapat menyebabkan severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS).

SFTS juga dapat menyebabkan demam dan penurunan trombosit. Akibatnya, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membedakan infeksi ALTNV dari penyakit lain yang ditularkan melalui kutu.

Penelitian tersebut menemukan ALTNV pada pasien yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan hanya dengan infeksi DBV.

Apakah ALTNV Berbahaya?

Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi pasien dengan infeksi ALTNV saja berbeda dengan pasien yang mengalami koinfeksi.

Pasien yang hanya terinfeksi ALTNV dilaporkan dapat pulih sepenuhnya. Karena itu, belum tepat menyebut ALTNV sebagai virus baru yang pasti mematikan.

Perhatian lebih besar muncul pada pasien yang mengalami koinfeksi ALTNV dan DBV.

Dalam penelitian tersebut, pasien dengan koinfeksi mengalami kondisi yang lebih berat, termasuk masalah pada sistem pernapasan dan gangguan fungsi ginjal. Sebanyak tujuh pasien dalam kelompok koinfeksi dilaporkan meninggal.

Namun, kematian tersebut terjadi pada pasien yang terinfeksi dua virus sekaligus, sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa ALTNV sendiri menyebabkan tujuh kematian tersebut.

Kapan Harus Waspada?

Mengingat ALTNV ditularkan melalui kutu, masyarakat yang mengalami gigitan kutu kemudian mengalami demam, kelelahan, gangguan pencernaan atau keluhan kesehatan lain sebaiknya tidak mengabaikannya.

Terlebih jika keluhan muncul setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat kutu.

Meski demikian, gejala tersebut tidak secara otomatis menunjukkan infeksi ALTNV. Diagnosis membutuhkan pemeriksaan medis dan laboratorium.

Pencegahan paling penting adalah menghindari gigitan kutu, terutama ketika berada di lingkungan yang memungkinkan terjadinya paparan.

Menggunakan pakaian yang menutupi kulit, memakai pengusir kutu, serta memeriksa tubuh setelah beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko gigitan.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan ALTNV mudah menyebar dari manusia ke manusia. Temuan tersebut terutama menunjukkan adanya virus baru yang berhubungan dengan paparan kutu dan dapat menyebabkan penyakit demam pada manusia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut