Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada GERD Kambuh saat Mudik, Begini Cara Penanganan Pertama di Perjalanan
Advertisement . Scroll to see content

GERD Sering Kambuh Padahal Sudah Jaga Pola Makan? Dokter Sarankan Ini

Senin, 16 Maret 2026 - 18:08:00 WIB
GERD Sering Kambuh Padahal Sudah Jaga Pola Makan? Dokter Sarankan Ini
Ilustrasi penderita GERD. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Gejala penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sering kali tetap muncul meski penderitanya sudah menjaga pola makan. Kenapa begitu? 

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr Hasan Maulahela, Sp.PD, Subsp. G.E.H. (K), kondisi yang seperti itu bisa menjadi tanda bahwa pasien memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kambuhnya gejala.

Lebih lanjut, dr Hasan mengatakan, langkah awal dalam menegakkan diagnosis biasanya dimulai dengan wawancara medis atau anamnesis untuk memahami gejala yang dialami pasien.

"Jika keluhan masih sering kambuh, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan penunjang seperti endoskopi untuk melihat kondisi saluran pencernaan secara langsung," ujar dr Hasan dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Senin (16/3/2026).

Endoskopi merupakan prosedur pemeriksaan medis menggunakan alat berupa selang lentur berkamera yang dimasukkan melalui mulut untuk melihat bagian dalam kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari. Pada kasus GERD, pemeriksaan ini dikenal sebagai gastroskopi, yang berfungsi mengevaluasi kondisi saluran pencernaan bagian atas.

Melalui prosedur tersebut, dokter dapat mendeteksi berbagai gangguan seperti peradangan, luka, atau infeksi pada kerongkongan dan lambung yang mungkin menjadi penyebab keluhan asam lambung terus berulang.

Pada kondisi GERD yang lebih kompleks, dokter juga dapat memanfaatkan teknologi Endoscopic Ultrasound (EUS). Metode ini menggabungkan endoskopi dengan ultrasonografi untuk menghasilkan gambaran yang lebih detail dari jaringan saluran pencernaan.

“Dengan EUS, dokter bisa melihat struktur dinding saluran pencernaan dengan lebih rinci. Bahkan pada beberapa kasus, terapi seperti penyuntikan obat dapat langsung dilakukan di area yang bermasalah,” jelas dr Hasan.

Ia menambahkan, layanan endoskopi dan EUS biasanya tetap tersedia di rumah sakit besar, termasuk selama masa libur panjang seperti Lebaran, sehingga pasien tetap dapat memperoleh pemeriksaan bila diperlukan.

Pemeriksaan endoskopi juga dapat dilakukan selama bulan Ramadhan. Namun pasien yang sedang berpuasa disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait waktu pelaksanaannya.

"Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan dilakukan sebelum berbuka puasa atau pada malam hari setelah berbuka. Pasien juga perlu mengikuti persiapan yang dianjurkan, seperti tidak makan dan minum selama beberapa jam sebelum prosedur," katanya.

Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan GERD akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Terapi dapat meliputi pengobatan, perubahan gaya hidup, pengaturan jenis makanan yang harus dihindari, menjaga berat badan, hingga memperbaiki posisi tidur dengan menggunakan bantal yang lebih tinggi.

Selain itu, pengelolaan stres juga menjadi bagian penting dalam mencegah kekambuhan GERD.

Pada kasus tertentu, terutama jika GERD sudah menimbulkan komplikasi atau tidak merespons pengobatan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operatif atau prosedur minimal invasif untuk memperkuat katup kerongkongan agar asam lambung tidak kembali naik ke kerongkongan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut