Grind Perindo Sosialisasikan Bahaya dan Pencegahan Kanker Serviks

Okezone, Sindonews ยท Senin, 22 Januari 2018 - 00:23 WIB
Grind Perindo Sosialisasikan Bahaya dan Pencegahan Kanker Serviks

Duta kanker Serviks Indonesia dr Sri Anjarwati dalam seminar Grind di kantor DPP Perindo, Minggu (21/1/2018). (Foto: Sindonews.com/Isra Triansyah)

JAKARTA, iNews.id - Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi kaum perempuan selain kanker payudara. Di Indonesia, angka penderita kanker serviks telah mencapai sekira 21.000 kasus.

Kendati sangat mematikan, kanker ini dapat dicegah. Terpenting adalah mengetahui sejak dini bahaya dan pencegahannya. Atas dasar itu, DPP Garda Rajawali (Grind) Perindo menggelar seminar sosialisasi tentang kanker serviks, Minggu (21/1/2018).

Hadir sebagai pembicara dr Sri Anjani yang merupakan Duta Kanker Serviks Indonesia dan salah satu anggota Grind yang fokus terhadap kanker serviks Ahmad Fauzi. Puluhan ibu-ibu pun antusias mengikuti acara ini.

Ketua Umum DPP Grind Perindo Kuntum Khairu Basa mengatakan, seminar bertujuan memberikan edukasi dan mewujudkan masyarakat Indonesia sehat. Menurut dia, kanker serviks menjadi salah satu penyakit berkategori silent killer.

"Grind sengaja mengadakan acara sosialisasi kanker serviks ini karena ingin memberikan pemahaman kepada masyaraka. Kami melihat kanker ini sudah menjadi ancaman serius," katanya di DPP Partai Perindo, Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta, Minggu (21/1/2018).

BACA JUGA: Yuk Kenali Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini

Kuntum menjelaskan, acara ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kaum ibu yang menjadi salah satu kunci perubahan generasi bangsa. "Pemahaman bagi masyarakat Indonesia, betapa pentingnya bisa menjaga kesehatan, khususnya dari kalangan ibu-ibu yang menjadi kunci bagi semua perubahan bangsa," tuturnya.

Kuntum berjanji, pihaknya akan jemput bola ke komunitas perempuan untuk memberikan pemahaman terkait bahaya penyakit ini. "Kita jemput bola di komunitas perempauan seperti di Jabar, Jateng, Jatim dan seluruh wilayah Indonesia,"ungkapnya.

Sementara itu dalam paparannya, Sri Anjarwati mengatakan, tanda kanker serviks bisa dilihat dengan keputihan yang dialami wanita. ”Salah satu gejalanya adalah keputihan berbau tak sedap. Keputihan yang terus menerus bisa menjadi pertanda kanker serviks,”kata dia.

Ahmad Fauzi mengatakan, penyebaran kanker serviks sudah merata di Jabodetabek. "Merata di Jabodetabek, sangat besar yang kena penyakit, terutama di kota-kota besar. Kita akan gerakkan sambil berjalan," kata dia.


Editor : Zen Teguh