Harganas 2020: Begini Pentingnya Peran Keluarga di Tengah Pandemi Corona

Siska Permata Sari ยท Senin, 29 Juni 2020 - 16:40 WIB
Harganas 2020: Begini Pentingnya Peran Keluarga di Tengah Pandemi Corona

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG (K) di acara Harganas. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Tanggal 29 Juni 2020, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tahun. Adanya peringatan ini, bertujuan untuk mengingatkan lagi akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan membangun bangsa dan negara.

Namun kali ini, Hari Keluarga Nasional tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, ada pandemi virus corona baru (Covid-19) yang mempunyai dampak besar bagi keluarga.

Di momen ini, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG (K), mengingatkan kembali akan fungsi keluarga. Ada delapan poin yang dia kemukakan di hari spesial ini.

“Keluarga harus mampu menerapkan delapan fungsi keluarga yang semuanya dapat tercakup dalam prinsip asah, asih dan asuh demi mewujudkan ketahanan keluarga,” kata dr Hasto dalam acara ‘Harganas 2020’ di Gedung BKKBN, Halim, Jakarta Timur, Senin (29/6/2020).

Dia menambahkan, keluarga harus memiliki prinsip asah yakni mengasah kemampuan sosialisasi, menerapkan nilai agama dan kepekaan lingkungan. Selanjutnya, prinsip asih adalah fungsi cinta kasih dan reproduksi.

“Terakhir adalah asuh, yakni fungsi ekonomi dan perlindungan. Sehingga dapat menciptakan keluarga berkualitas dengan ukuran tiga dimensi keluarga berkualitas, yakni tentram, mandiri dan bahagia,” tuturnya.

Dalam momentum kali ini, dr Hasto juga mengungkapkan bahwa di balik kesulitan karena pandemi tersebut rupanya dapat memberikan ruang dan peluang antar anggota keluarga untuk lebih saling mengenal.

“Ini menjadi kesempatan dan peluang bagi keluarga untuk memperbaiki dinamika yang terjadi, sehingga diharapkan ke depannya semakin mengetahui celah-celah untuk menyikapi permasalahan yang terjadi,” tuturnya.

Dengan demikian, kata dia, antar anggota keluarga akan mampu saling memahami. Sehingga nantinya keluarga dapat saling menjaga ketahanan yang kuat untuk membentuk keluarga berkualitas.

Editor : Tuty Ocktaviany