Hari Kesehatan Nasional, Indonesia Fokus Masalah Stunting dan JKN

Siska Permata Sari ยท Selasa, 12 November 2019 - 14:38 WIB
Hari Kesehatan Nasional, Indonesia Fokus Masalah Stunting dan JKN

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto di acara Hari Kesehatan Nasional ke-55. (Foto: Kemenkes)

JAKARTA, iNews.id - Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Di tahun ini adalah peringatan ke-55 dengan mengusung tema 'Generasi Sehat Indonesia Unggul'.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan, Indonesia memfokuskan dua isu kesehatan terkait dengan sumber daya manusia (SDM). Dua masalah yang menjadi fokus tersebut adalah stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden dalam pelantikan Kabinet Indonesia Maju 2020-2024 bahwa perhatian pemerintah dalam kurun lima tahun mendatang, diprioritaskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia," kata Terawan di acara peringatan HKN ke-55 tahun di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima iNews.id, Selasa (12/11/2019).

Seperti diketahui, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Walaupun saat ini telah turun hampir 10 persen selama lima tahun terakhir. Mulai 2013 yakni 37,2 persen, kemudian turun lagi di 2018 menjadi 30,8 persen dan terakhir 2019 berhasil ditekan lagi sampai menyentuh angka 27,67 persen.

Meskipun demikian, angka stunting di Indonesia masih berada di atas batas rekomendasi World Health Organization (WHO) yakni 20 persen. Menkes Terawan menargetkan akan menekan angka stunting di lima tahun mendatang hingga bawah angka batas rekomendasi WHO.

Selain stunting dan JKN, ada dua isu kesehatan lainnya yang perlu menjadi perhatian, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.

"Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya," kata dia.

Terawan berharap, HKN ke-55 tahun ini menjadi momentum untuk membangun generasi sehat yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa. Dia juga meminta adanya kerja sama dalam upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan sesuai dengan amanat Presiden.

"Kita berharap Generasi Sehat yang kita perjuangkan bersama dapat menjadi SDM Unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045, dan bertepatan saat bonus demografi untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, dan sejahtera," katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany