Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jenazah Joko Pinurbo Akan Dimakamkan di Pemakaman Demangan Wedomartani Besok
Advertisement . Scroll to see content

Hari Sastra Indonesia, Ini 5 Rekomendasi Buku untuk Teman Membaca Anda

Selasa, 03 Juli 2018 - 20:35:00 WIB
Hari Sastra Indonesia, Ini 5 Rekomendasi Buku untuk Teman Membaca Anda
Hobi membaca buku. (Foto: TVC Group)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hari ini sangat spesial bagi para pencinta literasi. Sebab, bertepatan dengan Hari Sastra Indonesia yang diambil dari tanggal lahir sastrawan terkemuka di Indonesia, Abdoel Moeis, 3 Juli 1883.

Sejumlah karya sastra penting telah ditulis Abdoel Moeis. Di antaranya yang paling terkenal adalah novel Salah Asuhan terbitan 1928. Novel ini kemudian difilmkan oleh Asrul Sani pada 1972. Selain itu, buku ini juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Robin Susanto dengan judul Never the Twain.

Karya-karya sastra lainnya antara lain novel Pertemuan Jodoh (1933), Surapati (1950), dan Robert Anak Surapati (1953). Selain seorang sastrawan, Abdoel Moeis juga dikenal sebagai wartawan dan politikus sekaligus pengurus besar Sarekat Islam.

Tepat di Hari Sastra Indonesia ini, kami memberikan lima rekomendasi buku sastra Indonesia yang dirangkum iNews.id, Selasa (3/7/2018).

Novel: Dawuk, Mahfud Ikhwan

Jika ingin mencari novel sastra yang segar, ringan tapi berisi, dan menyuguhkan cerita keseharian seperti di kampung halaman Anda, novel Dawuk karangan Mahfud Ikhwan ini bisa menjadi suguhan yang menarik. Sebab, karya baru dari penulis asal Lamongan ini selalu khas dengan cerita-cerita pedesaan yang diksi, cerita, dan gaya penuturannya mudah dicerna hingga tanpa sadar Anda sudah dibawa ke akhir ceritanya.

Novel: Kura-kura Berjanggut, Azhari Aiyub

Tetapi jika Anda menyukai novel yang lebih panjang, novel karangan Azhari Aiyub ini barangkali cocok. Sebab, ini adalah sebuah novel panjang dan tebal sekira hampir 1.000 halaman. Tepatnya, ada kisah-kisah petualangan yang ditulis Azhari dalam 960 halaman. Jika Anda menyukai novel-novel panjang tak membosankan, yang kisahnya membawa Anda ke wahana baru dalam dunia yang lain, Kura-Kura Berjanggut sangat tepat menjadi kawan membaca Anda.

Kumpulan Cerpen: Muslihat Musang Emas

Buku Muslihat Musang Emas adalah sebuah kumpulan cerita pendek dari penulis Indonesia, Yusi Avianto Pareanom. Dalam kumpulan cerpennya kali ini, Yusi Avianto menyajikan 21 cerita baru yang mengajak pembaca menyelam ke palung tergelap jiwa manusia. Bagi Anda yang pernah membaca novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi dan kumpulan cerpen Rumah Kopi Singa Tertawa, buku ini adalah kegurihan lain yang ditawarkan Yusi.

Kumpulan Cerpen: Cinta Tak Ada Mati, Eka Kurniawan

Satu lagi kumpulan cerita pendek dari Eka Kurniawan, penulis Indonesia yang memenangkan World Readers' Award 2016. Dia juga masuk dalam daftar panjang Man Booker International 2016. Membawa sastra Indonesia dalam pemetaan sastra dunia, dalam Cinta Tak Ada Mati ini, Eka Kurniawan bereksplorasi tentang gaya khas berceritanya, tentang sisi-sisi gelap mencintai, dan tema lain yang tak kalah mengejutkan.

Puisi: Museum Masa Kecil, Avianti Armand

Terakhir ada buku puisi ramuan penyair perempuan, Avianti Armand. Buku puisi terbarunya berjudul Museum Masa Kecil ini adalah kolase tentang memori-memori yang akan membawa Anda menuju masa kecil. Kumpulan puisi khas Avianti Armand yang ringkas, pendek, sekaligus memiliki pemaknaan yang dalam. Tak cuma itu, pengemasan buku yang unik juga bakal memberikan sensasi membaca yang seru.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut