Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjuangan Ibunda Raisa Melawan Kanker Paru Stadium 4 sebelum Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Maltodextrin Disebut sebagai Jenis Gula Penyebab Gagal Ginjal pada Anak, Cek Faktanya!

Sabtu, 14 September 2024 - 11:04:00 WIB
Heboh Maltodextrin Disebut sebagai Jenis Gula Penyebab Gagal Ginjal pada Anak, Cek Faktanya!
Heboh Maltodextrin Disebut sebagai Jenis Gula Penyebab Gagal Ginjal pada Anak, Cek Faktanya! (Foto: Ostrovit)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini, beredarnya pembahasan di media sosial mengenai kandungan maltodextrin, salah satu jenis gula, di susu formula yang dikatakan berbahaya untuk kesehatan anak dan meningkatnya diabetes. Padahal fakta sebenarnya tidak seperti informasi yang banyak beredar.

Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Rosyanne Kushardina mengatakan, maltodextrin adalah salah satu bahan makanan tambahan (BTP) yang aman, terbuat dari bahan alami, dan tidak hanya terdapat dalam susu formula. 

Menurutnya, BPOM telah mengatur soal bahan tambahan pangan melalui BPOM No. 11 Tahun 2019. “Sesuai namanya, BTP memang ditambahkan secara sengaja ke produk makanan/minuman, untuk tujuan teknologi pada pembuatan maupun pengolahan pangan untuk menghasilkan komponen tertentu atau memengaruhi sifat pangan tersebut, baik secara langsung atau tidak langsung,” kata Rosyanne dalam diskusi kesehatan belum lama ini 

Rosyanne menjelaskan, terdapat 27 golongan BTP, di antaranya pemanis, pengawet, pengental, penguat rasa, peningkat volume, dan perisa. “Maltodekstrin biasa ditambahkan ke produk pangan sebagai pengawet, penguat rasa, filler (meningkatkan volume), untuk meningkatkan tekstur, dan ada juga yang digunakan sebagai perisa,” ujar Rosyanne. 

Maltodekstrin juga kerap digunakan sebagai pengganti laktosa pada produk susu, untuk mereka yang intoleransi terhadap laktosa. Secara alami, maltodektrin tidak ada dalam bahan pangan, tetapi zat ini dibuat dari bahan alami. “Yaitu pati dari sumber karbohidrat seperti umbi-umbian, serealia, dan jagung. Dilakukan proses hidrolisis terhadap zat pati dari sumber karbohidrat tersebut, lalu terbentuklah maltodekstrin,” kata Rosyanne.

Dia menjelaskan, maltodekstrin sebenarnya hampir tidak memiliki rasa manis. Derajat kemanisan bisa diukur dengan dextrose equivalent (D), yang dibagi menjadi rendah (<20), sedang (21 – 55), dan tinggi (>55). Maltodekstrin memiliki nilai DE 3 – 19.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut