Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan Makanan Dikira Sehat Padahal Harus Dihindari
Advertisement . Scroll to see content

Ikan Teri Versus Sarden, Mana Lebih Sehat dan Banyak Gizi?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:45:00 WIB
Ikan Teri Versus Sarden, Mana Lebih Sehat dan Banyak Gizi?
Ikan teri dan sarden sama-sama dikenal sebagai ikan kecil berminyak yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan di pasaran. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idIkan teri dan sarden sama-sama dikenal sebagai ikan kecil berminyak yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan di pasaran. Selain harganya terjangkau, keduanya kerap menjadi pilihan sumber protein, asam lemak omega-3, serta mineral penting bagi tubuh.

Meski sering dianggap serupa, ikan teri dan sarden memiliki perbedaan kandungan gizi dan karakter rasa yang membuat manfaat kesehatannya tidak sepenuhnya sama. Memahami perbedaan ini dapat membantu menentukan pilihan ikan yang sesuai dengan kebutuhan pola makan sehat.

Dari sisi nutrisi, ikan teri unggul dalam kandungan zat besi, seng (zinc), magnesium, dan vitamin B3. Nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung sistem metabolisme tubuh, membantu produksi energi, serta berkontribusi pada pembentukan sel darah merah.

Sementara itu, sarden memiliki kandungan vitamin B12, vitamin D, kalsium, dan fosfor yang lebih tinggi. Kombinasi nutrisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, fungsi saraf, serta sistem kardiovaskular. Vitamin B12 juga berperan dalam proses pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf tetap optimal.

Dengan perbedaan tersebut, pilihan antara ikan teri dan sarden dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Sarden cocok bagi yang membutuhkan asupan kalsium dan vitamin D, terutama untuk kesehatan tulang. Sebaliknya, ikan teri bisa menjadi pilihan bagi yang memerlukan tambahan zat besi dan zinc dalam menu harian.

Selain kandungan gizi, karakter rasa keduanya juga berbeda. Sarden memiliki rasa yang relatif lembut dan tekstur daging yang lebih tebal, sehingga mudah diolah menjadi berbagai hidangan seperti salad, sandwich, atau lauk pendamping nasi.

Ikan teri cenderung berukuran lebih kecil dengan cita rasa yang lebih kuat, terutama jika telah diawetkan dengan garam atau minyak. Karena rasanya cukup tajam, ikan teri biasanya dikonsumsi dalam porsi lebih kecil sebagai penambah cita rasa tanpa mendominasi hidangan.

Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa ikan teri yang diawetkan umumnya memiliki kandungan sodium lebih tinggi dibandingkan sarden. Konsumsi berlebihan dapat menjadi perhatian khusus, terutama bagi penderita hipertensi atau yang sedang membatasi asupan garam.

Kesimpulannya, baik ikan teri maupun sarden sama-sama sehat jika dikonsumsi secara bijak. Kunci utamanya adalah menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan nutrisi dan memperhatikan cara pengolahannya agar tetap mendukung kesehatan tubuh.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut