Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Megawati kepada Jokowi soal Hadapi Pandemi Covid-19: Bapak Harus Tegar
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Berpotensi Besar Alami Hiperendemi, Apa Perbedaannya dengan Epidemi?

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 19:44:00 WIB
Indonesia Berpotensi Besar Alami Hiperendemi, Apa Perbedaannya dengan Epidemi?
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengungkapkan masalah hiperendemi di Indonesia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

“Misalkan di kawasan Asean, atau subtropis yang memberikan dampak tak terkecuali pada semua populasi. Kejadian epidemi mengartikan bahwa secara aktif penyakit tersebut menyebar. Kalau pandemi dikaitkan dengan penyebarannya secara transnasional (tidak dibatasi oleh negara) jadi seluruh dunia bisa terinfeksi. Inilah yang harus dijadikan dasar pengetahuan,” tuturnya. 

Berbeda dengan hiperendemi atau endemi. Ini adalah suatu istilah yang dikeluarkan oleh epidemiolog untuk melihat bagaimana atau menggambarkan kejadian seperti penyakit. Endemi itu merujuk kepada keberadaan yang terus menerus dari satu penyakit di suatu wilayah. Misalnya di Indonesia terdapat malaria, dan contoh-contoh lainnya. 

“Sementara hiperendemi itu merujuk pada persisten. Persisten itu artinya terus ada (kontinyu), kasusnya banyak pada suatu penyakit dan bisa sangat mudah dideteksi di populasi. Ada yang juga mengistilahkan sebagai suatu penyakit yang bisa hampir sama di setiap populasi usia. Inilah pengertian hiperendemi,” katanya lagi. 

Secara lebih sederhana, hiperendemi sama dengan endemi atau penyakit yang ada di suatu lokasi atau wilayah secara terus menerus setiap waktu. Namun pada hiperendemi, kejadiannya di semua grup usia mulai bayi sampai lanjut usia bisa terinfeksi atau ditemukan. 

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut