Indonesia Berpotensi Besar Alami Hiperendemi, Apa Perbedaannya dengan Epidemi?
“Misalkan di kawasan Asean, atau subtropis yang memberikan dampak tak terkecuali pada semua populasi. Kejadian epidemi mengartikan bahwa secara aktif penyakit tersebut menyebar. Kalau pandemi dikaitkan dengan penyebarannya secara transnasional (tidak dibatasi oleh negara) jadi seluruh dunia bisa terinfeksi. Inilah yang harus dijadikan dasar pengetahuan,” tuturnya.
Berbeda dengan hiperendemi atau endemi. Ini adalah suatu istilah yang dikeluarkan oleh epidemiolog untuk melihat bagaimana atau menggambarkan kejadian seperti penyakit. Endemi itu merujuk kepada keberadaan yang terus menerus dari satu penyakit di suatu wilayah. Misalnya di Indonesia terdapat malaria, dan contoh-contoh lainnya.
“Sementara hiperendemi itu merujuk pada persisten. Persisten itu artinya terus ada (kontinyu), kasusnya banyak pada suatu penyakit dan bisa sangat mudah dideteksi di populasi. Ada yang juga mengistilahkan sebagai suatu penyakit yang bisa hampir sama di setiap populasi usia. Inilah pengertian hiperendemi,” katanya lagi.
Secara lebih sederhana, hiperendemi sama dengan endemi atau penyakit yang ada di suatu lokasi atau wilayah secara terus menerus setiap waktu. Namun pada hiperendemi, kejadiannya di semua grup usia mulai bayi sampai lanjut usia bisa terinfeksi atau ditemukan.
Editor: Dyah Ayu Pamela