Ingat, Imunisasi Difteri Dilaksanakan Januari dan Juni 2018

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 06 Januari 2018 - 19:00:00 WIB
Ingat, Imunisasi Difteri Dilaksanakan Januari dan Juni 2018
Imunisasi Difteri dilaksanakan pada Januari dan Juni 2018 (Foto: Time)

JAKARTA, iNews.id - Difteri, merupakan penyakit menular yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokkan. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan imunisasi, bisa mengecek jadwal yang dilaksanakan pada Januari dan Juni 2018.

Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja rentan usia 1-19 tahun. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sampai November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri.

Sementara, pada kurun waktu Oktober-November 2017, Kemenkes mencatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) difteri di wilayah kabupaten/kotanya.

Tentu saja hal tersebut menjadi isu kesehatan yang cukup serius dan harus diperhatikan saat ini. Selain menular, difteri juga berpotensi serius mengancam jiwa. Salah satu pencegahan yang harus dilakukan agar tidak tertular Difteri adalah dengan melakukan imunisasi.

Tindakan imunisasi atau Outbreak response immunization (ORI) diperintahkan oleh Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan sebanyak tiga putaran. Tindakkan imunisasi putaran pertama sudah dilakukan pada pertengahan Desember 2017. Idealnya, ORI dilaksanakan dengan interval 0-1-6 bulan, jadi, imunisasi kedua seharusnya dilakukan pada bulan ini (Januari 2018) sedangkan ORI putaran ketiga akan dilaksanakan di bulan Juni 2018.

Bagi orangtua yang memiliki anak di bawah umur 19 tahun belum melakukan imunisasi putaran pertama, tidak perlu khawatir. Laporkan masalah tersebut kepada petugas kesehatan di sekitar tempat tinggal agar mendapatkan vaksin Difteri tahap pertama.

Dari catatan Kementerian Kesehatan hingga Kamis 4 Januari 2018, DKI Jakarta mendapatkan persentase tertinggi sebesar 61,75 persen untuk pelaksanaan ORI, disusul Banten sebanyak 57,60 persen dan Jawa Barat sebanyak 44,21 persen.

Cakupan ini akan terus meningkat menyusul kegiatan belajar di sekolah telah kembali aktif setelah libur semester, libur Natal dan Tahun Baru. Sebagaimana diketahui, target ORI terbesar adalah pada anak sekolah, yaitu 75 persen.

Sedangkan untuk ORI putaran kedua, akan segera dilaksanakan di sekolah-sekolah. Bagi anak yang kebetulan tidak bersekolah, imunisasi dapat dilakukan di Posyandu, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

Pemerintah yakin melalui ORI yang tepat dan sesuai prosedur, penyakit Difteri dapat dikendalikan. Tentu dengan kerjasama dan partispasi semua pihak, khususnya orangtua yang mempunyai anak-anak serta pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat mengendalikan masalah KLB ini.

Perlu diketahui, Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae. Bakteri ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sumbatan saluran nafas serta peradangan pada otot jantung bahkan kematian. Adapun gejalanya antara lain demam 38c, sakit menelan, selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok.

Editor : Vien Dimyati

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda