Jangan Anggap Remeh, Kenali dan Deteksi Kanker Ovarium dengan Kampanye 10 Jari

kevi laras · Minggu, 04 Desember 2022 - 09:56:00 WIB
Jangan Anggap Remeh, Kenali dan Deteksi Kanker Ovarium dengan Kampanye 10 Jari
Ilustrasi kanker ovarium. (foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kanker Ovarium disebut penyakit tidak menular (PTM), namun bisa sebabkan kematian pada perempuan. Minimnya pengetahuan dan kesadaran akan penyakit ini menjadi penyebab para perempuan tidak sadar akan gejala kanker ovarium. 

Berkaca dari hal tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Cancer Information & Support Center bersama Shahnaz Haque dan AstraZeneca, menggaungkan Kampanye 10 Jari untuk mengenal faktor risiko dan deteksi dini kanker ovarium. Apa itu 10 jari?

Angka “10” yang tercantum dalam “Kampanye 10 Jari” merupakan salah satu cara mengedukasi masyarakat, tentang enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium. Kemudian dalam enam faktor risiko tersebut adalah: 

(1) Memiliki riwayat kista endometrium, (2) memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara, (3) mutasi genetik (misalnya BRCA), (4) paritas rendah; (5) gaya hidup yang buruk, (6) dan pertambahan usia. 

Sedangkan empat tanda kanker ovarium adalah (1) kembung, (2) nafsu makan berkurang, (3) sering buang air kecil, (4) nyeri panggul atau perut, meskipun umumnya kanker ovarium tidak disertai gejala pada stadium awal.

"Indonesia memiliki peningkatan beban akibat penyakit tidak menular (PTM). Hasil Riskesdas pada 2018 menunjukkan prevalensi PTM mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain pada kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi. Kanker naik dari 1,4 persen (Riskesdas 2013) menjadi 1,8 persen (Riskesdas 2018), sementara kanker ovarium berada di peringkat 3 dari sisi insiden dan tingkat kematian," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Dr. Eva Susanti, S.Kp.,M.Kes belum lama ini, 

Mengingat gejala atau tanda-tanda dari kanker ovarium beragam dan sulit ditebak secara pasti (Complicated). Dokter spesialis Onkologi dr Oni mendorong mindset waspada dan melakukan pemeriksaan dini, lebih baik.

"Jadi tanda -tandanya itu complicated ya karena bisa ngilu banget (di perut), jadi waspada. Pertolongan harus dilakukan oleh orang yang ahli,  apakah gejala ini mengarah ke kanker ovarium yang gejalanya seperti disebut awal," kata dokter Spesialis Onkologi, dr. Oni Khonsa, Sp.OG, Subsp. Onk dalam Press Briefing Kampanye 10 Jari I Wish I Knew : What Doctor, Patient, Survivors and Caregivers Want You To Know secara online, Sabtu (3/12/2022)

Editor : Elvira Anna

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda