Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kalimantan Utara Masif Cegah DBD dengan Vaksinasi Dengue, Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak

Senin, 05 Januari 2026 - 22:01:00 WIB
Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak
Kebiasaan malas berolahraga bisa membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang sangat merugikan. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Olahraga kerap disebut sebagai kunci hidup sehat karena manfaatnya yang besar bagi tubuh dan pikiran. Sayangnya, di tengah padatnya aktivitas harian, banyak orang justru mengesampingkan olahraga dengan alasan sibuk atau enggan bergerak.

Padahal, kebiasaan malas berolahraga bisa membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Jika aktivitas fisik terus diabaikan, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan yang tidak bisa dianggap sepele. Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi, dirangkum dari Verywell Health.

Kinerja Jantung dan Paru-Paru Menurun

Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung dan paru-paru kehilangan kebugarannya secara perlahan. Jantung menjadi kurang optimal dalam memompa darah, sementara paru-paru harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Akibatnya, aktivitas sederhana seperti berjalan agak jauh atau naik tangga bisa terasa lebih berat dan cepat membuat tubuh kelelahan.

Otot Menjadi Lebih Lemah

Otot yang jarang digerakkan akan menyusut dan kehilangan kekuatannya. Tanpa olahraga, massa otot berkurang secara bertahap sehingga tubuh terasa kurang bertenaga.

Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah, mulai dari postur tubuh yang memburuk hingga meningkatnya risiko cedera saat melakukan aktivitas ringan.

Metabolisme Tubuh Melambat

Jarang berolahraga juga berdampak pada melambatnya metabolisme. Otot berperan penting dalam proses pembakaran kalori, sehingga ketika massa otot menurun, jumlah energi yang dibakar tubuh saat istirahat ikut berkurang.

Jika tidak diimbangi dengan pengaturan pola makan, kondisi ini bisa menyebabkan berat badan naik tanpa disadari.

Risiko Penyakit Kronis Lebih Tinggi

Gaya hidup kurang gerak berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis. Mulai dari diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Olahraga berperan membantu menjaga tekanan darah, kadar gula, serta kesehatan pembuluh darah agar tetap stabil dan berfungsi optimal.

Kesehatan Mental Ikut Terpengaruh

Manfaat olahraga tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan hormon yang berperan dalam memperbaiki suasana hati dan menekan stres.

Tanpa olahraga, seseorang bisa lebih mudah merasa cemas, stres, dan kehilangan energi secara emosional. Dengan demikian, jarang berolahraga bukan hanya membuat tubuh terasa kurang bugar, tetapi juga berdampak luas pada hampir seluruh sistem tubuh. Mulai dari jantung, otot, metabolisme, hingga kondisi mental bisa terpengaruh.

Untuk itu, penting membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara rutin. Tidak harus olahraga berat, gerakan ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau bersepeda santai sudah cukup membantu menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit di kemudian hari.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut