Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:02:00 WIB
Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banyak orang masih beranggapan nyamuk penyebab demam berdarah lebih aktif pada malam hari. Faktanya, nyamuk Aedes aegypti justru paling sering menggigit pada pagi hingga sore hari.

Waktu tersebut bertepatan dengan jam ketika anak berangkat sekolah, mengikuti pelajaran, bermain saat jam istirahat, hingga pulang ke rumah. Kondisi ini membuat anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar virus dengue.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr Ikhsanuddin Qothi, mengatakan masyarakat perlu memahami pola aktivitas nyamuk agar upaya pencegahan bisa dilakukan secara maksimal.

"Nyamuk Aedes aegypti aktif terutama pada pagi dan sore hari. Ini berarti risiko gigitan dapat mengikuti anak selama beraktivitas, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar," jelas dr Ikhsan dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, nyamuk tersebut berkembang biak di air bersih yang tergenang, seperti bak mandi, ember, vas bunga, talang air, hingga tempat penampungan air hujan yang jarang dibersihkan.

Yang perlu diwaspadai, ancaman DBD tidak selalu terlihat. Sebuah studi di Asia Tenggara dan Amerika Latin memperkirakan sekitar 45 persen anggota keluarga pasien DBD juga ikut terinfeksi virus dengue. Menariknya, hampir tiga perempat infeksi tersebut tidak menunjukkan gejala.

"Temuan ini mengingatkan kita bahwa risiko DBD dapat berada sangat dekat dengan keluarga tanpa disadari. Karena itu, pencegahan tidak boleh menunggu sampai ada yang sakit," katanya.

Selain menjaga lingkungan tetap bersih, masyarakat dianjurkan menerapkan 3M Plus secara rutin untuk mengurangi populasi nyamuk.

Orang tua juga perlu mengenali gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga muncul ruam di kulit.

Jika anak mengalami muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan, gusi berdarah, tubuh sangat lemas, atau penurunan kesadaran, segera bawa ke fasilitas kesehatan karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda dengue berat.

Dokter Ikhsan menambahkan bahwa pencegahan dapat diperkuat melalui vaksinasi dengue sesuai rekomendasi dokter bagi individu yang memenuhi syarat.

"Perlindungan dari DBD perlu dilakukan secara menyeluruh. Orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan pencegahan yang sesuai bagi anak maupun anggota keluarga lainnya," ujarnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut